Bahaya Rokok

Mobil Eropa Vs JepangDisni Ane Kupas Tuntas Issue "Kata Orang" Tentang Mobil Eropa Vs Mobil Jepang Gan
ramadhany-586478
Mobil Eropa Vs Jepang
Siang Juragan!

Pada Posting kali ini Ane akan coba mengupas tentang problematika isu-isu yang beredar di masyarakat Indonesia ini, khususnya bagi orang yang berencana meminang mobil second.....

Tahun 2012 kemarin Ane mencoba melakukan Riset kecil-kecilan untuk membuktikan rumor yang beredar atau kita kenal dengan istilah "Kata Orang", sedikit cerita, pada saat itu Ane pengguna setia Mobil Jepang, karena Ane termasuk salah satu korban dari rumor yang tidak bertanggung jawab tersebut, kebetulan Ane memiliki Hobby dan Ketertarikan yang cukup tinggi di bidang Otomotif.

Akhirnya dengan rasa penasaran yang tinggi Ane memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam dengan cara membeli 2 buah mobil yang hampir memiliki 1 tingkat kasta yang sama tapi beda wilayah bagian negara, yaitu Eropa dan Jepang.
Dan saat itu pilihan untuk Mobil Eropa Ane jatuh pada merek BMW dengan kode Body E36 tipe 320i dengan Transmisi Manual dan Tahun Produksi 1994 Akhir. Dan untuk mobil Jepang pilihan Ane saat itu jatuh pada Merek Toyota Great Corolla dengan kode body AE101 dengan Transmisi Manual dan Tahun Produksi 1994.

Quote: BMW 320i M/T 1994 VS Toyota Great Corolla M/T 1994

Spoiler for Objek Riset:
BMW 320i MT 1994
Toyota Great Corolla MT 1994
(Kedua gambar ini adalah FOTO ASLI kedua Mobil yang Ane pinang.)

Pada kedua objek riset tersebut Ane sengaja mencari yang memiliki record jarak tempuh (Odometer) yang tidak jauh berbeda, yaitu, 80rban untuk BMW dan 90rban untuk Greco yang saat itu Ane pinang.

Secara Record Servis pada kedua mobil tidak ditemukan adanya catatan servis dari Bengkel Resmi masing-masing, tapi dari keterangan para pemilik sebelumnya saat itu, diketahui Ane membeli BMW dari tangan Kedua (Identitas Penjual Akur dengan Atas Nama BPKB mobil tersebut) seharga 75 Juta Rupiah dan kebetulan Greco Ane mendapatkan dari tangan ke 3 seharga 62 Juta Rupiah.Alhamdulillah kedua mobil tersebut Ane beli dalam kondisi Sehat dan Normal (No Fault Pada Scanner LAUNCH X431 Ane).

Pembuktian Rumor "Kata Orang"

Sering Kita dengar dikala sedang diskusi mengenai Mobil-mobil dengan istilah ini;

1. "Kata Orang" Mobil Eropa itu Boros karena CC dan Bodynya besar-besar?
2. "Kata Orang" Mobil Eropa itu Sparepartnya susah dan Mahal?
3. "Kata Orang" Mobil Eropa itu Harganya klo dijual lagi Jatuh?
3 Istilah inilah yang sering terngiang di telinga kita para orang awam tentang mobil.

Ane dengan Objek yang telah Ane miliki tentunya sangat sekali penasaran dengan istilah pepatah "Kata Orang" ini, Maka Ane akan memulai mengupas satu persatu pepatah tersebut.

"Kata Orang" Mobil Eropa itu Boros karena CC dan Bodynya besar-besar?

Kelihatannya kedua mobil yang Ane memiliki sangat menyatu dengan pertanyaan ini, BMW jenis 320i dengan kode body e36 ini secara data yang Ane peroleh memiliki Kapasitas Mesin 1995 CC (Dibaca: 2000 CC) dan memiliki Jumlah Silinder sebanyak 6 Buah serta panjang body keseluruhan 4,432 mm serta bobot 1,560 Kg, sedangkan Greco memiliki Kapasitas Mesin 1,587 CC (Dibaca: 1.600 CC) dan memiliki jumlah silinder sebanyak 4 buah, serta Panjang 4,270 mm dan bobot 1.052 Kg. Hmm...Angka perbandingannya cukup jauh dan Klop sekali dengan istilah pepatah no 1 ini......

Well, Ane tidak akan menceritakan secara detail bagaimana Ane membandingkan 2 mobil ini karena Ane memakai kedua mobil ini cukup lama, hampir 2 Tahun. Klo Ane ceritain selama 2 tahun Ane pakai 2 mobil ini rasanya menulis Thread ini seperti menulis novel jadinya.

Hasil pendapat Ane yang Ane peroleh selama menggunakan 2 Mobil ini secara bergantian ternyata cukup memuaskan:

1. Mobil BMW Ane memang memiliki bobot yang jauh lebih berat dari Mobil Greco yang Ane miliki, dan ternyata Berat dan Ukuran yang lebih besar pada mobil BMW ini juga memiliki keuntungan tersendiri, dengan bobot yang cukup berat mobil BMW terasa sangat Mantap dikemudikan pada kecepatan tinggi maupun jalan berliku-liku dikarenakan BMW memiliki standart ukuran roda yang lebih lebar. Dan sebaliknya pada Greco terasa lebih "Melayang" pada kecepatan tinggi dan terasa Oversteer pada saat melakukan manuver tikungan.

2. Beberapa point kunci yang dapat Ane terima kedalam akal:

2.A BMW (Dibaca: Mobil Eropa) memiliki alasan tersendiri mengapa mereka hadir dengan tubuh yang bongsor dan bobot yang berat, dalam Ilmu Fisika kita pasti pernah mendengar istilah "Momentum" atau rumus Fisikanya adalah {\displaystyle p=m\times v} .
Wah...Pusing nih lagi ngomongin mobil malah suruh itung rumus! hehehe...Engga kok, tenang aja..
Oke, gambaran sederhananya ibarat Agan memiliki 2 mobil mainan dengan ukuran yang sama tapi berbeda bahan materialnya, Mobil Mainan 1 terbuat dari Besi dan Mobil Mainan 2 terbuat dari Plastik, nah.. kedua mainan tersebut sekarang letakan di lantai yang datar dan Agan dorong bersamaan dengan tenaga dorongan yang sama, dan lihat hasilnya mana yang berjalan lebih jauh dan mana yang berhenti duluan, sudah pasti Mobil Mainan 1 berjalan lebih jauh dong ya, kenapa? ya itulah yang disebut dengan "Momentum".
Jadi, Mobil BMW (Dibaca: Mobil Eropa) itu diibaratkan dengan Mobil Mainan 1 dan Greco diibaratkan dengan Mobil Mainan 2. Dengan bobot yang lebih berat BMW (Dibaca: Mobil Eropa) mampu berjalan lebih jauh dengan jumlah pemakaian bensin (Pada hal ini dilambangkan dengan tenaga dorongan Agan yang sama pada ilustrasi diatas) yang sama pada Greco (Dibaca: Mobil Jepang).

3. Kesimpulan.

3.A Pembuatan dan perhitungan Mobil Jepang tidak se-detail pembuatan dan perhitungan mobil Eropa, kenapa Ane bilang demikian? Karena Eropa memiliki perhitungan nilai momentum, karena bobotnya yang berat inilah alasan kenapa mobil Eropa cenderung memiliki kapasitas CC yang besar, mobil Eropa memerlukan tenaga yang cukup sebanding untuk mendorong bodynya yang besar pada BMW Ane secara data mampu menyemburkan Power setara 148 Tenaga Kuda atau Horse Power yang biasa disebut HP, sedangkan Greco secara data hanya mampu menyemburkan power setara dengan 90 Tenaga Kuda atau HP. angka pendistribusian tenaga juga masih unggul BMW, BMW memiliki angka pendistribusian sebesar 0,095 Kg/HP ( HP 148 dibagi dengan bobot 1560 Kg ) sedangkan Greco memiliki angka pendistribusian sebesar 0,086 Kg/HP artinya, kedua mobil ini memiliki Power yang Setara hanya saja BMW memiliki gaya momentum yang lebih besar setelah berakselerasi, hal inilah yang membuat BMW lebih Mantap di kecepatan tinggi.

3.B Dengan perhitungan yang mendetail pada 3.A mobil Eropa memiliki konsumsi bensin yang lebih hemat.
Hah... bagaimana bisa?? CC besar, Mesin Besar, Body Besar lebih irit??? Pasti ini adalah pertanyaan selanjutnya yang keluar dari benak kita, Mobil Eropa dengan bobot yang berat memerlukan Power yang besar untuk mendorong bodynya bergerak dari diam, dengan mesin yang besar maka akan mendapatkan tenaga yang besar pula, artinya untuk mendorong bodynya yang berat hanya memerlukan sedikit penekanan pada pedal gas dan selanjutnya setelah mobil bergerak, mobil akan melaju dengan mesin dan bantuan gaya Momentum. Hal ini Ane temukan pada saat teman Ane meminjamkan BMW E36 1800ccnya ke Ane.
Maka Ane memperoleh kesimpulan tambahan, Khusus Mobil Eropa, Semakin besar CCnya akan semakin Efisien pengunaan bahan bakarnya, jangan takut pilih CC yang gede sekalian gan.

3.C Eropa telah menerapkan Go Green jauh sebelum Jepang, Nah loh ini lagi makin aneh, mobil bongsor-bongsor, kok lebih Go Green?? Eropa telah memiliki stAganr Emisi Lingkungan jauh lebih awal daripada Jepang, hal ini dibuktikan dengan adanya perhitungan gaya Momentum pada point 3.A, BMW Ane telah dilengkapi dengan indikator Consumption Meter pada panel dashboardnya sedangkan Greco Ane belum ada, artinya pada tahun yang sama BMW telah memberi perhatian kepada drivernya dengan cara memberikan informasi estimasi penggunaan bensin pada gaya mengendarainya, sedangkan pada mobil Jepang Consumption Meter baru digunakan pada mobil tahun 2006 keatas yang kita kenal dengan istilah MID atau (Multi Information Display), pada mobil eropa lainnya bahkan ditemukan indikator yang serupa pada mobil yang usia produksinya lebih awal (Fyi, Di Volvo ditandai dengan adanya indikator lampu berlogo Lambda yang menandakan emisi gas buang tidak ramah lingkungan apabila indikator tersebut menyala dan disarankan untuk melakukan servis ke Bengkel Resmi).Dari parameter tersebut mengisyaratkan bahwa Eropa telah melakukan perhatian terhadap lingkungan atau biasa kita sebut Go Green jauh lebih awal.

4. Kesimpulan Akhir point pertama, dari point ke point telah Ane kupas maka pada kesimpulan akhir ini istilah pepatah point pertama yaitu; "Kata Orang" Mobil Eropa itu Boros karena CC dan Bodynya besar-besar? Ane nyatakan TIDAK TERBUKTI atau HOAX. Ane tidak menemukan istilah ini pada Riset uji coba Ane. Hal ini diperkuat dengan adanya Video yang Ane temukan pada situs Youtube yang mempraktekan secara Live perbandingan konsumsi Bensin pada mobil TOYOTA PRIUS vs BMW M3, Fyi, Prius adalah mobil hybrid Aganlan Toyota yang di claim ter-irit dikarenakan memiliki teknologi Hybrid yang artinya sebagian tenaga untuk melajunya menggunakan Motor Dinamo Listrik hingga mesin mampu OFF pada saat mobil melaju menggunakan Listrik, berikut link videonya.


"Kata Orang" Mobil Eropa itu Sparepartnya susah dan Mahal?

Oke..kita memasuki istilah "Kata Orang" yang kedua.

1. Bicara soal sparepart memang Ane akui agak sulit membandingkannya, karena saat ini banyak sekali alternatif sparepart dengan kualitas dan harga yang bervariatif, mulai dari Original parts hingga KW-3, pada pengalaman Ane melakukan perawatan pada kedua mobil ini, biaya yang Ane keluarkan hampir sama untuk keduanya, sebagai contoh yang Ane ingat, Ane sempat melakukan pergantian Radiator pada Greco Ane dikarenakan sikring Extra Fan sempat putus dan akibatnya mesin Overheat hingga kepala radiator Greco Ane yang terbuat dari plastik menjadi retak, akhirnya Ane memutuskan untuk ganti radiator baru, pada saat itu Ane membeli Radiator Greco di toko Sparepart langganan Ane di sekitar Pondok Cabe Tangsel, dan Ane memperoleh dengan harga Rp.1,400,000,- untuk per unitnya, Ane boyong kerumah dan Ane ganti sendiri dan Greco pun Normal. Tidak lama setelah Ane mengganti radiator Greco, sekitar 4 Bulan kemudian giliran BMW Ane "Minta Jajan" mungkin karena usia, bilah fan radiator BMW Ane ada yang patah dan mengenai Radiator BMW Ane yang terbuat dari Alumunium hingga sobek, akhirnya Ane pun memutuskan ganti dan membeli Parts tersebut di toko Langganan Ane juga di sekitar jalan H.Nawi JakSel, setibanya disana Ane memperoleh Radiator BMW dengan Harga Rp.1,100,000,- dan Baling-baling Fan seharga Rp.225.000,-. Yah Lumayan, Masih sedikit lebih murah ternyata.

2. Selama Ane menggunakan 2 mobil ini cukup banyak informasi yang Ane dapat, pada beberapa bagian Sparepart BMW lebih mahal dibandingkan dengan Greco Ane (Contoh: Kampas Kopling), tapi pada beberapa bagian lain Ane menngalami Sparepart Greco Ane lebih mahal dari Sparepart BMW Ane (Contoh: Delco dan Shock Breaker). menurut Ane kedua mobil ini memiliki harga Sparepart Fast Moving (Contoh: Radiator, Kampas Rem, Kopling, Shock Breaker, Dll) yang masih setara harganya.

3. Pada Mobil Eropa memilikii kelemahan di Harga Sparepart Slow Moving (Contoh: Aksesoris Interior, piringan cakram, handle pintu, dll.) yang cenderung lebih mahal, sebagai contoh, list handle pintu luar untuk BMW Ane harganya Rp.375.000,-/Pcs, harga yang sangat mahal buat Ane untuk sepotong pelastik.
Dan memang ternyata kunci utama untuk bisa meminang Mobil Eropa adalah Agan harus cukup Apik dan Resik, karena bahan premium mobil Eropa memerlukan perhatian khusus untuk menjaga tetap nyaman.

4. Kesimpulan akhir, pada hal sparepart Ane menyimpulkan harga dan ketersediaan suku cadang kedua mobil ini cukup sama. Lalu kenapa bisa timbul istilah yang nomor dua ini? Jawabannya simple, dan Ane dapatkan jawabannya dari Ayah Ane sendiri, pada saat Ane membeli List Handle Pintu BMW Ane, kebetulan Ayah Ane ikut bersama Ane, ketika mengetahui harga sepotong pelastik tersebut sontak Ayah Ane terkejut dan bilang "Wih....Cuma pelastik sebesar itu aja harganya segitu ya, apalagi sparepart mesin yang dibuat dari besi", dan Ane pun tertawa lalu menjelaskan bahwa itu termasuk Slow Moving Parts kategori Aksesoris, dan memang untuk semua Parts kategori Aksesoris mobil eropa harganya cukup menguras kantong, contohnya Shift Knob atau kepala persneling Original BMW yang harganya mencapai 1,7 Juta. Jadi, pada istilah "Kata Orang" yang kedua yaitu "Kata Orang" Mobil Eropa itu Sparepartnya susah dan Mahal? Jawaban menurut Ane TIDAK, hanya saja untuk bagian khusus Aksesoris Original mobil Eropa YA cukup mahal.

"Kata Orang" Mobil Eropa itu Harganya klo dijual lagi Jatuh?

Finally, kita akan mengupas bagian Istilah "Kata Orang" yang ketiga.

1. Setelah berjalan bersama kedua mobil ini selama lebih dari 2 tahun, akhirnya Ane memutuskan untuk menjual Greco terlebih dahulu, alasannya, jujur Ane merasa lebih nyaman menggunakan BMW Ane untuk operasional harian Ane. Setelah dipajang di depan kantor Ane hampir seminggu, putuslah Greco Ane terjual dengan harga Rp. 55,000,000,- Turun Rp.7,000,000,-dari harga awal Ane memperoleh di harga Rp.62,000,000,-

2. Hingga saatnya Ane harus memutuskan menjual BMW Ane dikarenakan ada suatu keperluan mendesak, akhirnya Ane pajang kembali "Si Merah" didepan kantor Ane juga, dan ternyata hanya memerlukan waktu 3 hari untuk menjual BMW Ane dan putus dengan Harga pembeli Rp.92.000.000,- Naik Rp.17,000,000,- dari harga awal Ane memperoleh Harga Rp.75,000,000,-.

3. Kesimpulan Akhir, sekali lagi untuk istilah "Kata Orang" yang terakhir ini yaitu; "Kata Orang" Mobil Eropa itu Harganya klo dijual lagi Jatuh? Ane menyatakan TIDAK TERBUKTI atau HOAX.
Harga Jual kembali sebuah mobil tergantung dari Kondisi, Karakter pemilik, Keorisinilitas, dan Selera, terutama Mobil Eropa memiliki harga "Buta" di pasaran. Harga berbanding lurus dengan kondisi mobil tersebut. Lalu kenapa ada istilah tersebut?
Begini Gan, Mayoritas pemakai First Hand (dibaca: konsumen yang membeli baru dari dealer) Mobil Eropa adalah kalangan orang menengah keatas atau High-End, umumnya kalangan ini memiliki kualitas pendidikan yang baik dan memiliki kemampuan mengatur manajemen keuangan yang baik (dibaca: Akunting), pada ilmu Akuntansi, ada istilah "Depresiasi", depresiasi adalah penurunan dari nilai suatu barang dikarenkan terpakai. Dan Nilai Depresiasi suatu mesin dalam akuntansi adalah 5 Tahun, (Inilah kenapa Mercy Dan BMW berani memberikan Jaminan Garansi Selama 5 Tahun!) sedangkan para kalangan menengah keatas umumnya menggunakan metode ini dimana mobil yang mereka pakai hingga 5 tahun dianggap habis pakai sehingga mereka tidak terlalu ambil pusing berapa uang yang mereka peroleh dari penjualan mobil tersebut dikarenakan secara perhitungan manajemen keuangan mereka mobil tersebut telah habis terpakai. dan tidak sedikit juga menjual mobil mewahnya pada tahun pemakaian ke 2 atau 3, karena kalangan ini umumnya memiliki kesibukan dan mobilitas yang tinggi, seringkali mereka menjual mobil mewahnya dalam keadaan apa adanya (Contoh: Pajak mati, ban gundul, ada fault, penyok pemakaian, Dll.) inilah yang membuat penilaian taksir harga cukup banyak ditambah lagi kebanyakan yang menampung menjadi tangan keduanya adalah para pedagang mobil yang mengejar keuntungan lebih dan memang bukan rahasia umum lagi cara cepat menjual mobil adalah melalui pedagang tentunya dengan harga dibawah pasar,lalu cukup dengan polesan-polesan ajaib nan murah meriah lalu dijual lagi ke user tangan ke 3, belum setahun pemakaian user ketiga sudah menderita mengganti spare part sana sini yang membuat user ketiga ini menjadi trauma dan memutuskan menjual rugi, dan dibeli lagi oleh user tangan ke 4 karena tergiur harga yang murah (kapan lagi punya mobil mewah dengan harga murah) dan kejadian yg dialami tangan ke 3 sebelumnya terulang kembali dan seterusnya hingga akhirnya mobil tersebut menjadi besi tua sepenuhnya.

Well, semua penelitian yang Ane lakuin diatas adalah murni pengalaman real ane, jadi sumbernya ya ane sendiri dan ane yakin ga akan ada repost...

Notes: Semua harga jual-beli yang Ane alamin ga lepas dari faktor keberuntungan dan amal ibadah masing-masing ya gan..hehehe, tapi ane yakin klo Agan mampu merawat mobil eropa agan dengan detail yang tinggi, itu semua akan terbayar pada hasil akhirnya kok...

Tips Membeli Mobil Eropa Second dari Ane Gan Be Smart!

1. Gali informasi secara dalam dan mendetail tentang bagaimana merawatnya, harga perawatannya, ketersediaan sparepart, dimana dapat memperoleh, kelemahan, kelebihan, dll. melalui browsing, komunitas, bengkel, dll.

2. Perhatikan detail INTERIOR secara seksama, mulai dari kisi AC, knob persneling, tuas pintu, hingga karpet, PASTIKAN ORIGINAL dan ingat, inilah nyawa utama mobil eropa, interior yang apik bersih mencerminkan pemakainya bagaimana memperlakukan mobil tersebut!
utamakan fokus untuk sektor ini daripada sektor lainnya.

3. Test Drive berkeliling berbagai kontur jalan bila memungkinkan, jalan rusak, halus, lurus, berliku. perhatikan, rasakan, dan dengarkan, pastikan tidak ada suara-suara yang berisik

4. Ajak orang yang PAHAM mobil eropa, bukan montir, karena kebanyakan montir tidak memahami estetika mobil eropa, mereka hanya memperdulikan mesin.

5. Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah, karena mobil eropa dengan kondisi yang sempurna memiliki nilai jual yang sangat tinggi diatas rata-rata mobil umumnya.Seperti contohnya Mobil BMW E36 harga pasaran rata-rata saat ini 50-60jt, tapi untuk yang kondisi superb bisa mencapai 80 hingga ratusan juta rupiah.

6. Cari target secara santai dan tidak terburu-buru, gali informasi track record selama pemakaian mobil tersebut, asal usulnya apabila Agan membeli dari tangan kedua atau ketiga, usahakan membeli dari user langsung.

Fast and Good Car Wont Cheap
Good and Cheap Car Wont Fast
Cheap and fast Car Wont Good
Which One Yours??

Salam KASKUS Emoticon:
Ramadhany

Quote:Komen bermutu plus tips tambahan dari agan2....

Spoiler for Open:
Quote:Original Posted By aexitha
Mau komentar dikit soal momentum dan BBM, secara teori memang benar kalau dengan bobot lebih besar pasti jalannya lebih jauh, kalau kita ngomong kondisi jalan lancar car car, yakin saya penggunaan BBM akan jauh lebih efisien,cuma kan tau sendiri kondisi jalan kita,kalau dari nol pasti lebih banyak tenaga yg dibutuhkan buat gerakin mobil yg lebih berat, makanya kalau dalam kota mau pakai teori apapun pasti cc gede dan bobot berat jauh lebih boros,kalau luar kota dimana kita ga main gigi rendah belum pasti tapi yakin bisa sama atau bahkan lebih irit,heheheheh.....

Quote:Original Posted By andalas1999
salam gan
rancak bener,

bolehkah ambo kasih sikit pendapat

1. secara berat memang lebih berat karena kualitas tebal plat juga beda dan penggunaan komponen plastik.
mobil jepang paling banyak memakai komponen plastik di saat itu. karena alasan cost produksi dan harga jual.
tapi inget juga bang klo mobil jepang juga cukup stabil dan irit dengan pemakaian teknologi turbo.
jangan terjebak dengan kata irit ya pemirsah
rasio dan titik berat sangat penting tapi..
yang terpenting adalah cara anda mengemudi.. mobil anda cc kecil jenis city car tapi pingin kaya larinya maseratti dibejek terus mentok tuh gas, ya jadinya boros juga, mesin overheat.

2. Spare part susah dan mahal, ini juga tergantung lokasi dan populasi. mobil anda eropah tp populer ya murah sparepartnya, mobil anda jepun tapi rare ya mesti mahal. saya setuju ma TS untuk spare part yg bersifat cosmetic lbh mahal eropah contoh tutup lampu.
oke saya jelaskan persepsi masyarakat.. kadang kita nggak tinggal di kota besar gan, jd ada kalanya klo beli sparepart mobil eropah hrs inden ke bengkel, bengkel resminya blm tentu ada juga palagi kaya mobil (amrik) ford yg udah hengkang. trus ini nih yg penting..spare part kw nya banyak apalagi kaya mobil sejuta ummat macam kijang dan apanja. jd pilihan konsumen lebih banyak.
kw lbh jelek.. blm tentu ada yg minimal hampir sama krn risetnya ya nempel ama pabrikan.. kkk

3. harga jual?? iya persepsi masyarakat mengacu pada mobil yg mirip kerupuk upil alias renyah dan laris.
ya tentu saja karena peminatnya banyak maka harga jualnya juga nggak jatuh2 amat. klo mobil eropah apa jatuh? ya nggak juga, asal pembelinya "tahu", tergantung lagi dengan lokasi.. mas TS pasti bandinginnya di Jakarta, coba aja ke daerah2 bakalan susah jual mobil eropah.. balik ke poin susah cari sparepart dan susah cari bengkel.
pernah pengalaman nissan sk****** GTS yg tak rasa nggak normal aja injeksinya, bawa ke bengkel malah rusak, itu mobil jepun tp jatuhnya malah mahal karena bengkelnya agak oon, akhirnya terpaksa cari limbah.

saran saya:
Quote:Belilah mobil sesuai kebutuhan, misal kita keluarga kecil butuh buat tiap hari buat ngantor, sering macet, pingin irit, gak capek.
ya klo bisa beli aja citycar atau mobil LGBT(baca:LCGC) dengan transmisi auto kendarai dengan mode eco, karena mobil cc gede saat kita pakai stop n go bakalan ngelunjak bensinya, beli mobil bongsor malah bakalan boros klo dipakai sendirian.
mempertimbangkan aftersales itu penting tp pertimbangkan dulu keperluan/tujuan utama anda beli mobil.
perhatikan juga piranti keselamatannya.

oh ya nambain, pejari cara menyesuaikan rpm, perpindahan gigi, dan injekan throttle
diluar itu terserah agan ya.. exotic car, classic car, super car, dll
semua selera ada alasannya dan itu baik2 aja asal dibeli dgn cara Halal.

Quote:Original Posted By hachi.man
Masih jaman yak banding2in mobil berdasarkan country of origin-nya?

Btw, ente udah tau sendiri kan kalo top gear itu acara hiburan yg gak perlu diseriusin
BBC sendiri yg bilang gitu lho
Kalo situ gak tuli, pasti paham kalo video tsb menayangkan prius yg dibejek semaksimal mungkin, dan m3 hanya ngikutin di belakang prius
Jelas prius bakal lebih boros karena mesinnya kerja keras, injektor bekerja di kemampuan penuhnya, bensin ngocor
Sementara m3-nya santai, makanya lebih irit

Eniwei, dalam kondisi demikian, prius mencatatkan angka konsumsi bbm 17mpg
Sementara di lain kesempatan, 535d yg pernah diperlakukan sama di acara yg sama, dapet 12mpg. M3 pasti lebih boros lagi

Quote:Original Posted By manggaGandul
pantas jadi HT ini trit Emoticons
saya juga punya pandangan sendiri selain pendapat agan yang sudah hampir semua saya setuju dan sependapat Emoticons kebetulan saya sekarang juga korban "kata orang" tapi korban yg menikmati harga mobil yg "kata orang" itu sehingga murah Emoticons
saya meminang mitsubishi galant hiu 2002 yg kata orang BOROS dengan alasan bodi gambot,cc gede,mobil tua,anu lah itu lah bla bla bla dan saya bisa bilang hampir gak ada tuh yg "kata orang" itu tapi saya garisbawahi juga bahwa kondisi mobil yg saya dapat kondisinya prima dan track recordnya jelas (pemilik apik dan bengkelnya tepat alias spesialis)
selain galant saya juga ada inova V 2005 yg lagi2 kata orang BOROS tapi saya bawa ke semarang tembus 1L utk 12,3KM (sesuai hitungan MID). poin yg saya tangkap seperti ini

- banyak masyarakat yg terperangkap "katanya" dan ndilalah dpat mobil yg apes (kondisi kurang prima)
- ada juga masyarakat yang dapat mobil kondisi sudah prima nahhh ndilalah si pemilik make nya urakan (ini bener terjadi sama tetangga ane, dia beli mobil 2nd MB New Eyes E320 1997, kondisi awalnya bagus banget eh setaun kemudian muncul penyakit2 yg sebenrnya bisa dicegah)
- ada lagi masyarakat yg kena KATANYA itu membandingkan keborosan mobil (misal) MB e320 dengan avanza/xenia/mobilio ya jelas beda... ini juga sering saya temui bahkan temen2 saya pun banyak bilang gitu. padahal menurut pikiran nubie saya, semakin tua mobil tentu ada depresiasi mesin yg mengakibatkan kinerja mesin ya tidak optimal (kembali ke poin dimana pemilik pun kadang urakan juga makenya)
- kalo masalah boros, nah ini lucu. galant kebetulan dipake sama adek saya senin-jumat kuliah rute PP sekitar 70km dengan kondisi lalin macet parah,nanjak,turun,lancar,jalan biasa jalan tol ya kondisi lalin jakarta deh. saya rutin ngisi bensin galant setiap minggu malam full tank pertamax sekitar 60L untuk dipake senin pagi, tapi hebatnya dengan bensin segitu,masih bisa bertahan sampe jumat mobil masuk garasi kembali. waktu saya pertama kali ngangkat galant langsung di judge wah boros nih.. tapi kebanyakan yg membandingkan keborosan galant saya dengan avanza/xenia bahkan ada yg bilang dengan agya.. ayo lah, kalo mbandingin sesuatu sama yg sebanding. galant hiu 2500cc V6 dibandingin sama avanza sampe agya ya jelas... BEDA Emoticons
- kalo masalah sparepart saya akuin jelas MAHAL. iya mahal, karena kenyamanan yg kita dapat pun beda. karena kalo pribadi saya sih selalu mengakui kalo kenyamanan itu pasti dibayar mahal (kecuali gratis ya Emoticons ) kembali lagi, jangan dibandingin antara sparepart mitsubishi galant dengan sparepart avanza, jauh beda sama hasil yg dirasakan.
- resale value jatuh? nahhh ini lagi, sebenernya kita beli mobil mau dipake ampe jebot apa emang niatnya beli mobil mau inves utk dijual lagi? kalo saya sih kembali lagi, beli mobil buat dipake sampe selesai bukan utk dijual lagi. namanya barang bergerak dan selalu memliki depresiasi pasti turun saat dijual. kecuali rare item,mobil langka,atau mobil2 yg bisa di modifikasi oleh penggemar modifikasi Emoticons
- menurut pendapat saya bagi calon pembeli mobil bekas,teliti adalah wajib, bawa montir kepercayaan yang paham seluk beluk mobil apalagi kalo mobil2 yg tidak umum (seperti galant, camry, accord, bahkan mobil eropa bmw mercy volvo) harga mahal kondisi prima, niscaya kenyamanan akan diraih.. gak percaya? coba aja sendiri Emoticons

*kalo berani masukin pejwan om TS
Emoticon

Quote:Original Posted By D148LO
"KATA ORANG", mobil eropa boros? EMANG!!! disitu kita diajarin cara nginjek gas yang bener ga main asal capcus,
"KATA ORANG", mobil eropa tuh boyo larinya? EMANG!!! rata2 tenaga mobil eropa itu tengah keatas, bole tes long run dah!!
"KATA ORANG", mobil eropa sparepartnya mahal? EMANG!!, tp juga ketahanannya bisa sampe 3x mobil jepang.
"KATA ORANG", mobil eropa pasarannya jatoh? EMANG!! kalo lo ga bergaul sesama penyuka, tp kalo sesama penggemar malah bisa ga ada nilai turunnya..
"KATA ORANG", mobil eropa ga gesit? EMANG!! kalo lo pake yg bodinya gede, tapi skarang skill driving lo gimana?
"KATA ORANG", mobil eropa berat banget bodynya? EMANG!! disitu nilai safetynya dibanding kaleng krupuk ^^

di mobil eropa gw belajar yang namanya cara "gliding", di mobil eropa gw belajar buat gimana bensin segini tp ga boros ;p

gw ga ngerendahin mobil jepang, dengan segala kelebihannya mobil jepang enak bgt buat daily, cocok banget buat cewek harian yg ga mau ribet dan minta lakinya ngurusin kalo knapa2 (curcol) wkwkwkwkwk

tapi gw jauh lebih puas overall sama mobil eropa (tua),

oh iya, untuk jepang gw make GD8 dan untuk eropa gw skarang make m40 (dulunya w123 280e), daily naek motor karena macet mulu ;p
Source: http://kask.us/ig7MJ
Pasang Iklan
close