Bahaya Rokok

Manfaat SusuWajib Anda Ketahui ! ( Kebohongan Manfaat Susu )
Knowledge - Medicine - Chemistry - Lifestyle - Health - Activity - Controversy - Inspiring
nietche1
UserID: 3899293
.: WELCOME :.
Quote:Ane nemu artikel ini di forum sebelah..pertamanya sih, kirain apaan..tetapi setelah baca..iya juga sih penjelasannyaEmoticons , mana yg ngomong itu seorang ahli Emoticon
kok makin banyak fakta aneh yg di sebar frontal ke masyarakat akhir akhir ini? Emoticons
Mulai beras, terompet kiamat, ijasah palsu, sekarang fakta susu Emoticons
Seolah kita di buat harus bingung dan harus curiga untuk semua hal Emoticons

Quote:Manfaat Susu
Quote:Berikut ini adalah penjelasan dr. Tan Shot Yen tentang Kebohongan Manfaat Susu yang belum diketahui khalayak ramai. Benarkah susu sapi baik untuk kesehatan, benarkah susu sapi baik untuk tulang? Atau malah sebaliknya. Bahkan itu hanya sekedar bualan belaka, sebagai copywriting sebuah iklan produk susu? Mari kita simak ulasan berikut ini…
Quote:Dear dr Tan, saya senang sekali membaca rubrik yang Dokter asuh. Jawaban dokter dari setiap pertanyaan sangat tegas, lugas dan cerdas.
Saya pernah dengar seminar dari salah seorang ahli gizi manusia harus mengonsumsi susu sejak lahir hingga menutup mata (meninggal) sedangkan menurut dokter Tan manusia hanya mengonsumsi susu sejak 0-2 tahun saja itupun hanya ASI.
Saya yang orang awam ini jadi bingung Dok. Anak saya sudah berumur 3 tahun, apakah anak saya masih perlu mengonsumsi susu?

Saya harap Dokter berkenan untuk menjawabnya.
Veni, Bekasi

Quote: Jawaban :
dr. Tan Shot Yen:

Hai Veni,Jika anda mengikuti rubrik saya sungguh-sungguh dan MEMBACA SEMUA INFORMASI BERMANFAAT melalui jalur internet dengan situs-situs yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana pernah saya kutipkan sebelumnya, tentu anda tidak akan bingung.
Anda akan terbiasa bertanya,”Mengapa?” dan “Mengapa?” lagi dan selanjutnya menjadi kritis dengan jawaban yang diberikan sebelum ‘menelan’ mentah-mentah jawaban dari siapa pun, pakar di bidang apa pun.
Letak permasalahannya bukan pada perdebatan atau siapa yang salah dan siapa yang benar. Jika pendapat pakar (yang bisa salah bisa benar) saja yang dijadikan pegangan, maka kepentingannya terletak justru pada si pakar tersebut – dan apa/siapa yang dibelanya, ada unsur kepentingan apa di balik opini-opininya, pihak mana yang mendukungnya untuk menyuarakan pendapatnya itu.
Begitu pula dengan menghadapi semua paparan saya. Karena itu saya selalu sertakan bacaan atau sumber informasi lain sebagai pembanding, jika pembaca membutuhkannya untuk memperluas pandangan serta menilai. Sehingga pada akhirnya kita sama-sama paham, siapa yang diuntungkan atau sebenarnya masyarakat diperlakukan sebagai tujuan atau sekadar dijadikan sarana diam-diam demi kepentingan yang sesungguhnya BUKAN untuk setinggi-tingginya kesehatan manusia.
Karena itu, ilmu kesehatan sangat tidak mungkin berdiri sendiri. Kita perlu merujuk pada antropologi, sejarah pola hidup dan pola makan manusia, sejarah kepentingan teknologi industri pangan maupun kesehatan, dan kembali lagi : apakah cocok untuk kesejahteraan manusia yang optimal lahir-batin-mental-spiritual?
Saya tidak pernah paham dengan alasan mengapa manusia harus mengonsumsi susu selama usia pertumbuhan yang bukan dari ASI, apalagi sepanjang hayat – seakan-akan bahasanya seperti yang sering dipakai di kalangan pergaulan anak gadis saya: “Nggak cocok? Paksain ajaaaaaaa!!”

Quote:Manfaat Susu

Quote:PENJELASAN
Quote: 1. Kita perlu belajar dari hewan menyusui. Bahwa susu hanya cocok sebagai “makanan antara”, ketika bayinya belum sanggup mengunyah dan mencerna.
Begitu bisa tegak, berjalan, mencari makan dan mampu mengunyah makanan padat, maka SUSU BUKAN LAGI KONSUMSI ALAMIAHNYA. Saya tidak menyamakan manusia dengan hewan menyusui, tapi kita perlu belajar dari alam, fakta dan menyadari berbagai unsur permainan “kepentingan yang lain” di balik jargon kesehatan yang hanya dipakai untuk nilai jual.
Faktanya, enzim pencernaan manusia untuk mencerna susu juga sudah mulai menyusut pada usia 2-3 tahun.
Berbarengan dengan itu, gigi manusia pun SUDAH KOMPLIT di usia 2 tahun. Aha! Cocok, bukan? Lepas dari susu, kunyah makanan padatnya!


Quote: 2. Alam tidak menyediakan susu apa pun selain ASI untuk konsumsi manusia.
Susu sapi hanya untuk generasi penerus sapi. Susunannya pun sama sekali tidak cocok untuk manusia.
Sekali lagi, komposisi susu sapi hanya untuk membuat anak-anak sapi gemuk, bertulang besar, tidak perlu pandai apalagi menikmati umur panjang.
Susu sapi alami sama sekali tidak cocok untuk manusia. Karena “dipaksakan” supaya cocok, maka agar tidak mengandung bakteri, manusia melakukan sterilisasi susu antara lain dengan pasteurisasi – efek sampingnya? semua zat gizi susu rusak total (karena itu setelah proses sterilisasi perlu diimbuhkan berbagai zat dari luar supaya kelihatan “bergizi”-proses pasca sterilisasi inilah membuat heboh ‘menyusup’nya bakteri beberapa waktu yang lalu).
Begitu pula agar kolesterol susu sapi yang tinggi tidak membuat manusia kegemukan dan naik kolesterolnya, ditemukanlah teknik yang membuat susu sapi mendapat istilah ‘skim’, karena minyaknya ditarik/diambil – efek sampingnya? manusia tetap gemuk.
Karena bukan melulu kolesterol yang bermasalah, tapi GULA SUSU (Laktosa) dan KEASAMANNYA yang membuat tulang justru semakin keropos.
Supaya “cocok” juga untuk kebutuhan kecerdasan anak manusia, maka pemaksaannya adalah lewat jalur teknologi.
Susu sapi yang miskin gizi itu ditambahkan zat-zat/asam amino yang diduga sebagai bagian dari kebutuhan perkembangan saraf dan otak.
Padahal, kecerdasan LEBIH DARI SEKADAR ASAM AMINO atau zat yang diimbuhkan tersebut. Kecerdasan anak berkaitan sangat erat dengan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) saat anak mengintegrasikan KECERDASAN PERTAMANYA secara instinktual untuk merayap menemukan puting susu ibu selepas dilahirkan sekaligus gerakan merayap tersebut menyelesaikan dan mengintegrasikan refleks-refleks primitifnya!
Kecerdasan terletak pada antibodi prima MANUSIA yang alami, yang hanya terdapat dalam ASI hingga usia 2 tahun saja.
Kecerdasan juga berhubungan dengan pematangan “sambungan-sambungan sistem syaraf” dari 3 susunan otak manusia (reptilian brain yang primitif: hanya mengurus sistem pertahanan diri/survival, mamalian brain yang berfungsi mengenali cinta, rasa aman, peduli, kekeluargaan dan neo-mamalian brain yang baru setelah usia 6 tahun mengenal istilah cara pikir ‘rasional’.
Kecerdasan manusia bukan melulu tentang pandai berhitung dan berbahasa asing, tapi cerdas secara emosional, spiritual. Sehingga yang membuat manusia maju dan makmur bukan hanya mereka yang ber IQ (Intelligence Quotient) tinggi, tapi juga ber EQ (Emotional Quotient) tinggi sehingga mampu menjalin relasi, serta ber SQ (Spiritual Quotient) membanggakan- sehingga mampu bersyukur, berhubungan mesra dengan Penciptanya.
Mana ada anak sapi bisa begini?


Quote: 3. Jika argumen bahwa susu diasup sebagai sumber kalsium (yang dipercaya menguatkan tulang), maka perlu ditegaskan kembali :
APAKAH HANYA SUSU SATU-SATUNYA SUMBER KALSIUM?
Saya mencurigai ‘nasehat-nasehat’ yang menganjurkan orang minum susu akhirnya sebatas karena penelitian yang sangat sepihak, sangat kadaluwarsa bahkan, dan celakanya : karena ‘kepercayaan’ seri nutrisi jaman penjajahan Belanda yang masih berurat akar.
Tulang pun menjadi kuat BUKAN SEMATA-MATA HANYA KARENA KALSIUM. Melainkan kita perlu mengasup Magnesium, Seng (Zinc), Boron, Mangaan, Provitamin D-3, dll.
Nenek moyang kita sebelum mengenal pabrik susu tidak pernah menderita patah tulang akibat keropos sebelum waktunya. mengapa? sekali lagi, mereka mengonsumsi makanan ALAM yang DIKUNYAH, yang juga memperkuat tulang selepas susu ibu di atas 2 tahun!
Saya pernah menulis di tabloid ini pula, bahwa mengonsumsi 1 cangkir selada bokor (iceberg lettuce) memberikan kekuatan tulang yang di hari tua, mencegah terjadinya patah tulang panggul! (telah dirisetkan oleh para ahli dari Harvard University, Amerika Serikat yang melibatkan 72.000 wanita).
Kalsium pada susu yang bukan ASI sekali lagi saya tegaskan, TIDAK DIKENAL oleh tubuh manusia. Oleh karenanya bersifat “Non-bio-available”- jadi, bukannya membuat tulang lebih kuat, malah kalsium akan ‘nyasar’ ke tempat yang salah… dan tempat yang paling sering menjadi sasaran pendaratan kalsium adalah.. dinding pembuluh darah!
Bukannya mendapatkan manfaat positif dari susu, malah mendapat bonus penyakit yang sangat tidak menyenangkan: penebalan dinding pembuluh darah dan segala akibatnya (sebagaimana telah dipaparkan dalam salah satu jurnal kedokteran anak oleh Dr. Frank Oski, Upstate Medical Center Department of Pediatrics, USA). Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg – 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis/keropos tulang daripada orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg – 500 mg kalsium per hari.
Mengapa? daging merah, gula, tepung dan bahan makanan berupa bumbu non-alam menyebabkan keasaman darah meningkat.
Untuk menetralisirnya, tubuh mengambil kalsium (yang bersifat alkalis) dari tulang. Sehingga masalah osteoporosis bukanlah bahwa seseorang itu tidak cukup memakan kalsium.
Masalahnya adalah mereka kehilangan kalsium. Dengan demikian, mengasup lebih banyak kalsium ke dalam tubuh bukanlah jawabannya, karena Anda bisa kehilangan lebih banyak daripada yang Anda asup (misalnya dengan tetap memakan daging merah, gula, terigu, beras, berbagai saus dan kecap produksi pabrik, dll).
Apabila ekstra kalsium yang dikonsumsi berasal dari makanan yang mengandung protein tinggi seperti susu, keju dan es krim, keadaan menjadi lebih buruk karena makanan ini adalah pembentuk asam yang sangat tinggi. Tubuh semakin kehilangan kalsium.


Quote: 4. Dari hasil konvensi dunia (World Breastfeeding Week, 1-7 Agustus 2006), Elisabeth Sterken, BSc.MSc Nutritionist INFACT Canada/North America menuliskan bahwa susu bukan ASI menyebabkan: meningkatnya risiko asma, alergi, penurunan perkembangan kecerdasan, peningkatan risiko infeksi saluran napas atas, kekurangan nutrisi yang tidak didapatkan dalam susu non ASI, risiko kanker masa anak, risiko penyakit kronik, risiko diabetes, risiko penyakit kardiovaskuler, risiko kegemukan, risiko infeksi pencernaan, risiko radang telinga, risiko semua efek samping akibat PENAMBAHAN ZAT YANG TIDAK SEMESTINYA DALAM SUSU BUBUK/CAIR (sudah terbukti mulai bakteri hingga melamin, bukan? tunggu saja ‘seri berikutnya’)
Anda belum mengikuti pelatihan saya mengenai “teknik membaca label makanan produksi pabrik”, bukan? Naaaaaahh!! ada baiknya anda mulai membalik kemasan susu anak anda. Banyak istilah “ajaib” yang membuat anda mengerenyitkan dahi.
Semua susu sudah mengandung laktosa/gula susu, seperti saya sebut di atas. Namun supaya “betah” di lidah anak yang doyan manis “tingkat tinggi” (yang penting doyan, kan?
Mana ada pabrik mau peduli dengan masalah kelebihan karbohidrat buruk!) tetap diimbuhi “sukrosa” (gula rantai panjang!) atau “corn syrup” (gula ‘pembunuh’ nomor satu di Amerika Serikat), belum lagi “perisa” (Apakah anda paham betul istilah ini? Nama lainnya adalah rasa SINTETIS!), dan susunya pun berasal dari “skimmed, powdered, milk”.
Bahkan susu cair pun melalui proses skim dahulu. Anda perlu pun bisa terheran-heran, mengapa susu yang sudah cair perlu dijadikan bubuk, lalu dibuat ‘cair’ lagi.
30-40 tahun yang lalu (ketika anak Indonesia mentah-mentah menolak susu karena tidak doyan bau susu dan harus ‘dipaksa’ minum), label komposisi susu bubuk cukup tertulis: WHOLE MILK. Titik.
Risiko whole milk pun membuat manusia terpaksa seperti sapi sungguhan: gemuk, bodoh, lamban, berusia pendek).
Semestinya para pakar yang memang mau menyuarakan tentang susu, sebelumnya perlu mengikuti konvensi dunia serupa ini yang memang diselenggarakan bagi para pakar, pengayom kesehatan dan informasi yang terbaru bagi masyarakatnya.
Konvensi ilmiah yang berkualitas tinggi dan kredibel tentu diselenggarakan tanpa sponsor pabrik teknologi pangan atau farmasi yang mempunyai kepentingan di dalamnya!

Quote: 5. Sebagai tambahan, salah satu pilihan : anda bisa membuka situs Dr. Mercola, http://www.mercola.com, ketik “milk” (atau topik apa pun yang anda ingin ketahui) di kolom mesin pencari artikelnya. Anda akan berkelana ke ‘dunia baru’ dan membaca berbagai hal yang telah diperjuangkan banyak orang saat ini, sementara negara kita masih menjadi ‘keranjang pembuangan’ berbagai produk yang sudah tidak lagi diterima masyarakat dari mana produk itu berasal.
Saya sangat menyesali kepercayaan dan mitos akan susu ini merasuk di benak ibu-ibu yang hidup dengan ekonomi pas-pas-an, sehingga ada faham ‘asal anak sudah minum susu, rasanya aman!’ – padahal gizi anak membutuhkan lebih.
Anak bergigi membutuhkan makanan untuk dikunyah, dengan sumber karbohidrat-protein-dan lemak yang jauh lebih tinggi tingkatannya.
Bukan susu yang berasal dari sapi dengan pakan buatan manusia bernama MBM/Meat-Bone-Meal yang menyebabkan sapi membentuk protein asing bernama Prion sebagai cikal bakal sapi gila/madcow (Lihat Nyata edisi II Agustus 08, edisi IV Mei 08)
Anak-anak kita bertulang dan bergigi kuat hingga akhir hayatnya karena gaya hidup sehat, bukan minum susu segelas tiap malam sambil terpana di depan televisi atau game komputer, yang lincah hanya kedua jempol tangan kanan-kirinya.
Gaya hidup sehat mengandalkan makanan alam lepas campur tangan industri, tubuh bergerak keseluruhan bermain petak umpet, lompat tali atau layang-layang.


Source katanya : Rubrik dr. Tan Shot Yen di tabloid Nyata. ( EDISI ??? )
Quote:Tambahan Info Tentang Susu
Benarkah manusia dewasa gak perlu susu??
Still Drinking Milk? This Massive Study Shows How Milk Actually Harms the Body
Still Drinking Milk? This Doctor Speaks a Truth You Need to Hear

Spesial Buat Yang Malas Baca Dan Butuh Sumber JelasEmoticons
Quote:Original Posted By alipUnix
Biar gak pada bacot, langsung aja ke TKP gan...hehehe,,


Komentar Kaskuser
Quote:
Spoiler for Open:
Quote:Original Posted By Tonozz
wah ane tau nih dokter gan... doi penelitiannya di tempat gawe ane Emoticons

bisa dipercaya ni gan infonya walopun doi orangnya ceriwis banget Emoticons

Quote:Original Posted By Henhendroew
Kalau bayi jelas harus minum ASI gan..... Kalau sudah masuk batita susu itu cuma jadi minuman alternatif aja.... Dari pada dikasih teh sama kopi jelas lebih baik susu gan.... Emoticons jus buah dan sayur kalau dikonsumsi 3 kali sehari sama batita dan balita bisa mules2 sakit perut nanti gan.... Emoticons, jadi sumber asupan energi dan minuman alternatif yg ga beresiko tinggi untuk batita dan balita ya susu.... Emaknya udah ga bisa bikin susu, cuma kemasannya aja yg ada, jadi beli dah tuh susu sapi.... Simpel aja.... cuma yg jual susu kan banyak tuh ga cuma satu, pada bersaing dah, iklannya aneh2, kandungannya neko2, rasanya ga karuan, malah ada susu yg bisa bikin anak ente jadi kuat kaya macan.... Emoticons

Quote:Original Posted By tx2490
Lebih DEAL dengan dua penjelasan diatas.

Yang pertama harus dijelaskan adalah istilah SUSU itu sendiri.
Yang mana yang termasuk susu? Susu mana yang dimaksud oleh dokter bersangkutan?
Susu bubuk termasuk susu? Susu kental manis termasuk susu? Susu formula termasuk susu? Susu pasteurisasi termasuk susu? Susu UHT termasuk susu? Susu murni termasuk susu?

IMHO
Susu kental manis itu bukan susu, itu sirup rasa susu, hampir tidak ada manfaatnya, kecuali gula (banyak gula, literally).
Susu bubuk itu seperempat susu, itu susu yang di proses (panjang prosesnya) dan ditambahkan berbagai macam zat. Manfaat susu nya ya cuma kecil.
Susu formula itu seperempat susu juga.
Susu pasteurisasi, UHT, dan susu murni, bisa dikatakan susu.

Sekarang,
Apakah susu memiliki manfaat? Tentu
Apakah susu memberikan kerugian? Tergantung, kalau dikonsumsi dalam batas wajar, saya rasa tidak ada masalah. Tapi kalau dikonsumsi berlebihan? Tentu. Apapun yang dikonsumsi berlebihan, itu tidak baik, termasuk Air dan Oksigen.


Susu itu tetap terdiri dari karbo, protein, lemak, dan mineral lain nya
Semua benda yang dikonsumsi jg dapat dibagi2 menjadi kandungan2 tersebut.
Yang salah apa?

Yang salah itu iklan + marketing yang men-"dewa"-kan manfaat susu

Tapi apakah susu sama sekali tidak bermanfaat, tentu tidak. Susu itu sebagai asupan protein cair yang mudah diperoleh dan cepat untuk dikonsumsi (kecuali untuk yang lactose intolerance)


Sempat lihat post yang bilang "kalau gak mau anaknya hiperaktif, berhenti minum susu", padahal biang keladi dari hiperaktif atau ADHD itu bukan susu nya, tapi gula nya.


Intinya jgn termakan mentah-mentah berita heboh, entah "susu = dewa" atau "susu = racun".
Sama lah dengan mie instan.... dibilang gak bermanfaat, ya nggk juga, soalnya mie instan bisa jadi asupan korbihidrat cepat tanpa repot dikala kepepet bgt. Tapi klo misalkan bisa konsumsi selain mie instan, ya knp harus makan mie instan.
Sama dengan susu. Kalau bisa konsumsi makanan non-olahan dengan kandungan gizi seimbang dan semua kandungan gizi telah terpenuhi, mungkin susu tidak dibutuhkan. Tapi kalau butuh tambahan kandungan nutrisi terutama nutrisi yang terkandung dalam susu, kenapa tidak boleh konsumsi susu?
Kalau dewasa dan 7x24 jam minumnya cuma susu, tanpa ada asupan lain, tanpa makan juga, itu yang salah.

Quote:Original Posted By blakecruzmaxmat
Nih deh gan, biar ane ngasih info gak sepotong2 (walopun ane males ngetik sebenernya)

Tubuh manusia yang normal dan sehat itu bersifat basa, agar metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik, kondisinya harus bersifat basa.

Manusia dalam hidupnya perlu makanan kan? perlu minum? Makanan dan minuman yang kita makan komposisinya terdiri dari dua macam zat gizi, yaitu zat gizi makro pembangun tubuh (Karbohidrat/ hidrat arang, Protein, Lemak) dan zat gizi mikro untuk membantu pembentukan enzim, hormon (vitamin, mineral)).

Kembali lagi ke tubuh. Keseimbangan asam basa jaringan tubuh dan darah manusia harus berada pada PH 7.3-7.5 agar tetap sehat dan berfungsi optimal. Oleh sebab itu tubuh memerlukan lebih banyak makanan pembentuk basa daripada makanan pembentuk asam.

Makanan pembentuk asam mengandung lebih banyak mineral non-logam seperti sulfur, fosfor, klor, umumnya juga mengandung sejumlah besar protein dan sedikit air.

makanan yang dapat menurunkan keasaman tubuh (pembentuk basa) : mengandung lebih banyak mineral logam seperti potassium/ kalium, Sodium, magnesium, zat besi, kalsium.

Protein, Hidrat arang olahan merupakan makanan pembentuk asam, protein dan hidrat arang olahan memerlukan waktu lama untuk dicerna oleh tubuh.

Kembali ke susu. Susu sapi mengandung 3 komponen utama zat gizi makro, yaitu hidrat arang, protein dan lemak, dan satu komponen zat gizi mikro, yaitu mineral kalsium.

Seperti yang kita ketahui, protein, lemak, hidrat arang itu memerlukan waktu lama dimetabolisasi oleh tubuh dan menciptakan lingkungan yang asam dalam tubuh, sehingga tiga unsur gizi dominan dalam satu makanan/ minuman itu benar2 memberatkan sistem kerja pencernaan manusia. Laktosa juga sulit dicerna manusia. Susu yang tidak tercerna meninggalkan residu yang menimbulkan alergi atau diare. Protein berlebihan akan meningkatkan keasaman pada tubuh dan kalsium akan hancur dalam keasaman tinggi.

Karena sifat susu sapi ini meningkatkan keasaman dalam tubuh, maka sebagai mekanisme pertahanan diri biar gak terus2an asam, tubuh mau nggak mau harus menetralkan asam ini dengan basa, kita lihat makanan pembentuk basa tadi udah disebutkan yaitu salah satunya mineral logam, nah karena alarm tubuh udah berbunyi nih "asam, asam" jadi biar cepetnya, tubuh ngambil tabungan kalsium (mineral logam pembentuk basa) kita, dimana kita nabung kalsium? tulang. Jadi tubuh kita ambil tuh stok kalsium kita dari tulang kita sendiri untuk menetralkan keasaman tubuh yang tinggi. Diambil sekali dua kali sih gak masalah, toh mungkin besoknya kita makan makanan kaya kalsium lagi, jadi defisit kalsium akan tertutupi. Tapi, gimana kalo kasusnya kita minum susu setiap hari? berarti setiap hari juga dong tubuh kita keasamannya meningkat? berarti tiap hari juga dong kalsium kita dicuri dari tubuh kita sendiri untuk menetralkan keasaman? Tabungan kalsium kita terus2an diambil, akhirnya tulang kita kekurangan kalsium, kepadatan tulang berkurang, yaa osteoporosis lah.

Selain itu protein dan hidrat arang yang berlebih jadi kalori dan nggak kita bakar, kalori ini akan diubah tubuh menjadi lemak, kalo lemak baik (lemak tidak jenuh ganda) memang diperlukan tubuh buat macam2 fungsi, kalo lemak jenuh (kolesterol) masuk dalam aliran darah bersama zat gizi lainnya, zat gizi sih diserap tubuh, tapi lemak jenuh yang gak guna itu malah nempel di dinding pembuluh darah, terus2an nempel, lama2 numpuk udah gitu tersumbat, apalagi kalo kita juga punya riwayat tekanan darah tinggi, kalo nggak mengubah kebiasaan/ gaya hidup/ pola makan kita, tinggal nunggu waktu deh, stroke Emoticons

Jadi konteksnya disini bukan semata2 susu sapi doang sih, tapi segala macam makanan minuman pembentuk asam dan gaya hidup kita kek gimana.

Kalo minum susu sapi murni, jaman dulu yang masih sedikit polusi, kotoran, zat pencemar lainnya, walopun gak dimasak ya masih gak apa2, masih sehat karena masih mengandung enzim (enzim rusak kalo melalui banyak proses pengolahan). Tapi gimana coba kalo jaman sekarang? Sapinya kena polusi, minum dari air yang terkontaminasi logam berat, makan rumput yang udah tercemar udara berpolusi, menghirup udara berpolusi, kesian gak sih? belum lagi kalau sapinya udah dianggap barang komoditi doang, bukan makhluk hidup, makin kesian lagi. Sapi2 yang imut2 itu dieksploitasi habis2an, sengaja dibikin hamil supaya melahirkan dan menghasilkan susu, ditaro di kandang2 yang sempit gakbisa lari2 dan merumput di lapangan dengan ceria, sapinya kalo susunya sedikit dipukulin, ditendangin, akhirnya sapinya stress, kita semua juga tau kalo mama menyusui stress, kualitas asinya menurun, kuantitasnya berkurang, belom lagi karena diperahnya gak pake perasaan, kelenjar susu si mama sapi ini infeksi dan bernanah, jadilah kita semua minum susu sapi pake nanah. Emoticons trus baby sapi yang dilahirin mama sapi ini juga sama sekali gak boleh nyusu sama induknya, kalo ketauan nyusu, baby sapinya dibanting2, ditendang, dipukulin, digebukin kepalanya, kalo nyusu kan otomatis mengurangi stok susu sapi, susu berkurang, potensi pendapatan berkurang, duit hilang, yaaaahh makin lama nih BEP, boro2 untung, gitu pikir si penjual susu sapi. sedih kaaaann Emoticon Emoticon

Makanya udah deh di stop aja minum susu sapinya, selain lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya buat tubuh kita, kita malah mencuri hak si anak sapi dan bikin mama sapi setress, dan bikin kaya manusia2 kejam itu.

Itu penjelasan sederhana ane, lagian ane gak gitu hebat dalam ngasih penjelasan. Ini ane kasi link yang membahas dunia persususapian :

http://www.kaskus.co.id/thread/52b02...bagi-manusia/1

Baca juga buku2 Food Combining nya Erikar Lebang dan Andang Gunawan.

Quote:Original Posted By pujangga1000
berita ini uda heboh dari beberapa tahun yang lalu, lalu tenggelam, lalu sekarang timbul lagi.. Pertama kali gw dengar berita ini tahun 2005.. gak tau juga sebelumnya sudah ada atau belum berita ini.. tapi nyatanya sampai sekarang susu tetap dikonsumsi manusia..

poinnya bukan apakah susu selain ASI itu dibutuhkan manusia atau tidak. Tapi memang minum susu sudah menjadi bagian dari hidup manusia.. Orang tua kita mungkin percaya kalau ketika kecil, anaknya tidak diberi susu, nanti ketika dewasa, si anak bisa bodoh.. Kepercayaan ini lalu turun kepada kita untuk anak kita, begitu juga anak kita kepada cucu kita.

Lagipula perkembangan teknologi sekarang begitu pesat. Ditempat gw skrg (red: gw tidak lagi tinggal di Indo), tidak ada embel-embel susu formula. Justru kalau susu tidak diformulasi, tidak akan ada yang mau membeli. Lebih baik membeli langsung dari peternakan yang terjamin kesegarannya, daripada susu plain yang sudah diproses. (Tren kepercayaan konsumen sekarang lebih mengarah ke makanan organik)

Sebenarnya agak unik juga sih.. jika susu yang beredar dipasaran sekarang sudah dipisahkan antara skim dan krim, artinya susu tersebut kaya akan protein. Padahal manusia mencerna protein pada urutan terakhir apabila tidak ada karbohidrat dan lemak. Jadi sbnrnya protein itu akan berakhir di.... apa yang kita keluarkan ditoilet Emoticons


Quote:Original Posted By Urban3
Ane punya rujukan wahyu Ilahi gan

Al-Baqarah (2) ayat 233 di katakan: "ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna......"

Al-Ahqaaf (46) ayat 15: ".........Masa mengandung sampai menyapihnya selama 30 bulan. ......."


Subhanalloh, Maha Benar Allah
Kitab berusia 1400 tahun bisa dibuktikan secara ilmiah oleh non muslim (no sara)

#pekiwan gan Emoticons

Quote:Original Posted By kynanrazyio
Jujur gw minum susu cuman buat memperkuat Gigi gua gan.
Selama minum susu, gigi gw yg dari dulu ngilu BANGET klo kena panas ato dingin sekarang Udah NGGAK ngilu lg. malah udah bisa ngunyah es krim sekarang Emoticons

Cobain aja yg punya masalah gigi kek gw. 3 bulanan rutin 2x sehari. pagi n malem.
Susunya yang plain yah. Jangan yg ada rasanya karena ada gulanya (ga bagus tuk gigi) Emoticons

Quote:Original Posted By FluffyGirlz
maaf kalau ane nggak setuju, jangan marah ya gan Emoticons

ane udah segede ini, kadang masih minum susu, terutama kalau ane lagi butuh energi instan kayak pas lagi sakit atau nggak sempet makan. jujur ane emang suka susu, walaupun ane akui banyak susu yang dikemas merusak gizinya, misalnya susu kental manis.

tanpa bermaksud jadi haters, dokter TSY yang agan sebutin sebagai narasumber itu emang orangnya kadang ekstrim, suka ngajuin konsep yang bener2 baru dan menyalahkan kebiasaan yang ada di masyarakat. entah wartawannya yang salah tafsir atau emang beliau bilang begitu secara harfiahnya waktu diwawancarai, yang jelas ane nggak mau ngikutin dia kalau dia "mengharamkan" susu buat manusia. oke, susu olahan pabrik emang bisa merusak kandungan gizi susu, tapi bukan berarti susu keluaran pabrik jadi sampah yang gak guna sama sekali kan? gampangnya, ane sebagai konsumen percaya, suatu produk yang udah disertifikasi (depkes, bpom, dll) pasti udah melalui standardisasi produk yang membuatnya layak dikonsumsi manusia.

susu formula jelek? kalau gitu nggak usah ada susu formula aja? lha gimana dengan bayi-bayi yang nggak beruntung, nggak punya ibu atau ibunya nggak boleh/nggak bisa menyusui karena banyak sebab (mengidap HIV atau "sekedar" asinya kurang)? agan tau kisah Mr.Nestle? gimana asal muasalnya dulu dia sampe memproduksi susu? itu karena dia menemukan bayi terlantar yang hampir mati. Lalu dia buat "ramuan" susu yang disuapkan sedikit-sedikit ke bayi itu, bayi itu akhirnya selamat, nggak jadi mati. bukankah itu humanity juga namanya?

kalau ada ibu-ibu yang merasa cukup ngasih susu tanpa ngasih sayur, buah, dan ajak anaknya olahraga, itu emang nggak bener. susu hanya sebagai pelengkap gizi, bukan sumber utama. inget empat sehat lima sempurna kan? susu sebagai "lima sempurna" itu.

satu-satunya pelajaran yang ane dapat dari trit ini adalah jangan berlebihan konsumsi susu dan lebih selektif memilih produk susu. selebihnya, bebas aja konsumsi susu.Emoticons Emoticons

Benarkah Minum Susu Bermanfaat dan Baik Bagi Kesehatan Manusia?
Source: http://www.kaskus.co.id/thread/556724d15c7798b1378b456c/wajib-anda-ketahui---kebohongan-manfaat-susu Category:
News Info
Pasang Iklan
close