Bahaya Rokok

Penyandang Disabilitas Berprestasi

7 Orang Indonesia Penyandang Disabilitas Yang Berprestasi

Tags: Knowledge - Medicine - Lifestyle - Health - Education - Activity - Inspiring
mr.sirait
UserID: 8184341
Quote: Difabel atau disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal.

Penyandang Disabilitas Berprestasi

Namun halangan tersebut bukanlah menjadi halangan bagi penyandang disabilitas. Bahkan banyak diantara mereka yang jauh lebih berhasil dalam kehidupannya dibandingkan kita yang hidup normal. Kali ini saya, TS, akan mencoba memaparkan 7 orang Indonesia penyandang disabilitas namun tetap mencapai keberhasilan dalam kehidupannya. Sebelumnya saya sudah cek dan ricek, ada thread seperti ini, hanya saja thread tersebut bukan secara khusus membahas tentang orang Indonesia yang penyandang disabilitas. Lalu siapa sajakah mereka? Langsung saja disimak gan Emoticon

Quote:1) Ratna Indraswari Ibrahim

Ratna Indraswari Ibrahim, seorang penulis dan sastrawati kelahiran Malang, Jawa Timur, pada 21 April 1949 ini mengalami kelumpuhan sejak usia 10 tahun, demikian dikutip dari BBC Indonesia.

Karena kelumpuhannya itu, Ratna terus menggunakan kursi roda, mengaku sempat terpuruk dan mengalami kemarahan saat usianya beranjak remaja. Ratna bahkan sempat tidak percaya akan adanya Tuhan dan menjadi atheis.

"Tapi ternyata Tuhan itu ada..," simpulnya, setelah menjalani kehidupan lebih dari 50 tahun.

Ratna dibesarkan di keluarga yang cinta akan buku, dan diperkenalkan oleh ayahnya dengan bacaan-bacaan yang berat sejak usia 6 tahun. Perempuan ini kemudian menemukan jalan hidupnya dalam dunia tulis-menulis dan sastra.

Penyandang Disabilitas Berprestasi

"Dunia tulis-menulis itulah jalan saya," katanya.

Dalam berkarya, Ratna dibantu asistennya untuk mengetikkan buah ide dan cerpen atau novel yang dia lontarkan. Tempat favoritnya mengerjakan itu adalah di kamar pribadinya yang dipenuhi dengan buku yang terletak di Jalan Diponegoro 3, Malang. Tak heran Ratna menjuluki dirinya sebagai 'sastrawan lisan'.

Dari hasil berkarya dengan cara itu, sudah ada sekitar 400 cerpen dan novel yang dilahirkannya. Kecintaannya akan buku juga membuatnya mendirikan toko buku 'Tobuki, Toko Buku Kita' di sebelah rumahnya.

Quote:2) M Ade Irawan

M Ade Irawan merupakan penyandang tunanetra, namun keterbatasan fisiknya itu mempertajam penggunaan indera-indera lainnya. Ade lahir dari pasangan Endang Dewi Mardeyani dan Irawan Subagyo pada 15 Januari 1994 di Colchester, Inggris.

Kendati sempat terguncang, orang tua Ade menerima kondisi Ade dan selalu men-support minat Ade. Ibundanya, Endang, pada penghujung 1995 mendapatkan beasiswa master di universitas ternama di New York, AS hingga 1999, dan mendapati putra kecilnya aktif dan senang meraba-raba alat musik perkusi seperti kendang.

Kembali ke Indonesia tahun 1999, Ade yang saat itu diajak orang tuanya jalan ke mal, Ade menekan tuts piano dan berbunyi. Spontan, Ade langsung meminta dibelikan alat musik itu. Satu keyboard Casio pun mulai menjadi teman Ade saat usia 7 tahun.

Ade kemudian mengagumi musisi jazz George Benson dan setahun kemudian, dia memutuskan memilih jazz sebagai musik pilihannya. Bakatnya semakin terasah saat mengikuti ibundanya yang bertugas di Chicago, AS tahun 2004. Chicago merupakan tempat para berkumpul musisi blues dan jazz di dunia.

Penyandang Disabilitas Berprestasi
Musisi jazz dalam negeri seperti Idang Rasjidi, Indra Lesmana, Bubi Chen hingga bos Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana juga memberinya perhatian. Jaya membuatkan Ade pagelaran resital tunggal pada Juni 2010 lalu, dan menjulukinya Ade 'Wonder' Irawan, merujuk musisi tunanetra, Stevie Wonder. Ade juga menjadi penampil pada Java Jazz Festival 2010 lalu.

Quote:3) Muhammed Zulfikar Rakhmat

Muhammed Zulfikar Rakhmat memang terlahir tak sempurna. Sejak lahir dia mengalami gangguan syaraf motorik, sehingga kedua tangannya sulit bergerak. Jangan pernah biarkan kecacatanmu menang.รข€ Itulah pesan yang selalu diingat Rakhmat dari sang ayah. Sebagai pemuda yang lahir dengan kebutuhan khusus, kalimat itu seolah menjadi bahan bakar untuk mewujudkan segala cita.

Pemuda bernama lengkap Muhammed Zulfikar Rakhmat itu memang terlahir tak sempurna. Sejak lahir dia mengalami gangguan syaraf motorik, sehingga kedua tangannya sulit bergerak. Jangankan menulis, untuk memegang sesuatu saja susah. Kondisi itu juga membuatnya gagap, tak lancar bicara.

Penyandang Disabilitas Berprestasi
Namun, di balik segala kekurangan itu, pemuda Semarang ini punya prestasi cemerlang. Bulan lalu, dia lulus dari jurusan Hubungan Internasional di Universitas Qatar. Program sarjana itu bisa dia selesaikan dalam kurun tiga setengah tahun saja.

Soal nilai, jangan ditanya. Dia lulus dengan nilai hampir sempurna: 3,93. Prestasi mencorong ini pula yang membuatnya mendapat beasiswa penuh untuk kuliah ke jenjang lebih tinggi lagi.

Cerita Rakhmat ini membetot perhatian publik di Qatar. Dia bahkan berkesempatan bertemu dengan pemimpin negeri di Timur Tengah itu. Foto wisuda yang diunggah ke jejaring sosial Facebook milik Universitas Qatar langsung mendapat 700 jempol dan juga puluhan pujian.

Quote:4) Angkie Yudistia

Angkie Yudistia, adalah penyandang tunarungu sejak usia 10 tahun namun hal itu tak membuatnya pasrah menjalani hidup. Meski berat, ia mampu menyelesaikan pendidikannya di sekolah umum sejak sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Praktis, keterbatasan Angkie itu menimbulkan banyak masalah selama belajar di SD hingga SMA. Tak jarang ia mengaku sering kali menerima cacian dan hinaan. Ketika itu, rasa malu memang membuat Angkie menutupi jati dirinya sebagai penyandang tunarungu.

Angkie kemudian menyelesaikan studinya di jurusan periklanan di London School of Public Relations(LSPR), Jakarta, dan lulus dengan indeks prestasi kumulatif 3,5. Di kampus yang sama, Angkie bahkan telah meraih gelar master setelah lulus dari bidang komunikasi pemasaran lewat program akselerasi.

Semasa kuliah, Angkie pun selalu aktif dalam berbagai kegiatan. Ia merupakan finalis Abang None mewakili wilayah Jakarta Barat pada 2008. Selain itu ia juga berhasil terpilih sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008, serta Miss Congeniality dari Natur-e, serta berbagai prestasi lainnya. Bungsu dari dua bersaudara itu pernah pula berkarier sebagai humas di berbagai perusahaan. Berbagai prestasi dan semangatnya itulah yang pada akhirnya membuat Angkie tergerak untuk memotivasi para penyandang difabel lainnya.

Penyandang Disabilitas Berprestasi

Angkie mulai terlibat dengan kegiatan sosial saat bergabung dengan Yayasan Tunarungu Sehijara pada 2009. Sejak saat itu hingga kini, ia pun kerap jadi pembicara dan menjadi delegasi Indonesia di berbagai kegiatan internasional di mancanegara yang berkaitan dengan kaum difabel.

Di usianya yang masih 25 tahun, Angkie sudah menjadi founder dan CEO (chief executive officer) Thisable Enterprise. Perusahaan yang didirikan bersama rekannya itu fokus pada misi sosial, khususnya membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik alias difabel (Different Ability People).

Kepedulian pemilik tinggi 170cm dan berat 53kg itu pun terus berlanjut dengan meluncurkan buku berjudul 'Invaluable Experience to Pursue Dream' (Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas) akhir 2011 lalu. Pengalaman hidup dan pemikirannya dituangkan lewat karyanya itu.

Quote:5) Heri Hendrayana Harris

Bagi agan yang mengalami masa remaja di era 1980-an, tentu tak asing dengan novel 'Balada Si Roy' yang ditulis Gola Gong. Gola Gong bernama asli Heri Hendrayana Harris.

Seperti dilansir dari Wikipedia, Gola Gong kehilangan tangan kirinya sejak usia 11 tahun. Penyebabnya, saat bermain di alun-alun Kota Serang, Banten, Gola Gong dan teman-temannya melihat tentara latihan terjun payung. Gola pun menantang teman-temannya untuk adu keberanian seperti penerjun payung itu dengan..lompat dari pohon di pinggir alun-alun.

Penyandang Disabilitas Berprestasi
Ayahnya kemudian menyarankan Gola Gong harus banyak membaca. "Kamu harus banyak membaca dan kamu akan menjadi seseorang dan lupa bahwa diri kamu itu cacat," kata ayahnya, Harris, kala itu.

Novelnya yang populer di kalangan remaja kala itu, 'Balada Si Roy' awalnya dimuat berseri di majalah remaja pria 'Hai' dari tahun 1989-1994, yang ditulis Gola saat dirinya duduk di bangku SMA. 'Balada Si Roy' menceritakan pemuda yang mencari jati diri, senang berpetualang dengan gaya backpacker. Selain menulis novel, Gola Gong yang juga seorang traveller, gemar juga menulis cerita-cerita perjalanan.

Sejak 2001 dia mendirikan komunitas kesenian Rumah Dunia di lahan 1.000 meter persegi di belakang rumahnya di kawasan Komplek Hegar Alam, Ciloang, Serang, Banten. Di Rumah Dunia, Gola Gong menyebarkan virus "Gempa Literasi", yaitu gerakan kebudayaan menghancurkan kebodohan lewat kata (sastra dan jurnalistik), swara (musik), rupa (teater dan film), dan warna (melukis). Gempa literasi itu berupa kegiatan: 1. Orasi literasi, 2. Pelatihan, 3. Hibah buku, 4. Aneka lomba literasi, 5. Penerbitan, 6. Bedah/peluncurna buku, 7. Bazaar buku murah

Quote:6) Simon Sirait

Kapten (Arh) Simon Edward Sirait saat ini menjabat Kaur Pensat Pendam Jaya adalah salah satu sosok Prajurit Kodam Jaya/Jayakarta yang mempunyai keterbatasan fisik namun haus akan prestasi. Pria kelahiran Medan 12 November 1970 mulai akrab dengan kursi roda setelah musibah datang tiba-tiba menimpa tahun 2009 silam. Kapten Simon yang mengendarai motor gede (foreders) untuk pengawalan presiden, disenggol mobil yang membuatnya terpental di jalan raya.

Ia yang berdinas di Kodam Jaya kala itu, segera dilarikan ke rumah sakit. Namun sungguh malang, kaki kanannya cedera berat sehingga kenyataan pahit harus diterimanya berupa amputasi. Dia masuk Sekolah Perwira Prajurit Karir/Prajurit Sukarela Dinas Pendek (SEPA PK/PSDP) dan lulus tahun 1995, serta ditempatkan di Kodam Jaya sebagai pengawal Cendana di posisi Ring 3.

Penyandang Disabilitas Berprestasi

Keinginannya untuk tetap berprestasi berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Memasuki November 2014 pada tanggal 09-10 lalu, Kapten (Arh) Simon Sirait turut terjun dalam Pertandingan Tenis Kursi Roda pada Peparda (Pekan paralimpic daerah) Jawa Barat dan berhasil meraih 4 Medali. Adapun dalam kejuaraan tersebut Kapten Arh Simon Sirait menyabet Medali emas ganda putra perorangan, emas ganda campuran, perak ganda beregu dan perunggu single perorangan.

Quote:7) Stephanie Handojo

Sejak lahir mengidap downsyndrome, Stephanie Handojo mesti menjalani kehidupan yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Meskipun punya kekurangan, ia dapat membuktikan dirinya mampu berprestasi tinggi. Gadis yang lahir pada 5 November 1991 ini tumbuh besar bersama kedua orangtuanya, Maria Yustina dan Santoso Handojo. Mereka merawat dan membesarkan Stephanie penuh kasih sayang.

Stephanie yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA, sejak kecil memang sudah mulai mengikuti kegiatan positif khususnya di bidang olahraga seperti berenang dan bulutangkis. Bahkan, saat menginjak usia 12 tahun, ia berhasil meraih juara 1 pada kejuaraan Porcada.

Meskipun ia terlahir dengan kekurangan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Stephanie menggali bakatnya yang lain di dunia musik. Ia tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) karena mampu bermain piano dengan 22 lagu selama 2 jam.

Penyandang Disabilitas Berprestasi

Kendati begitu ia masih fokus dalam bidang olahraga, dengan perkembangan prestasi yang makin gemilang. Terpilih mewakili Indonesia di ajang Special Olympics World 2011 di Athena, Yunani, Stephanie meraih medali emas dari cabang renang nomor 50 meter gaya dada, seperti dikutip dari detiksport, Rabu 18 April 2012.

Special Olimpics Indonesia (SOina) sebagai organisasi yang menaungi atlet-atlet tunagrahita melihat bahwa anak didiknya itu mempunyai kemampuan dan semangat yang luar biasa. Mereka kemudian merekomendasikan Stephanie, setelah menyisihkan dua anak lain, untuk mengikuti seleksi khusus yang dilakukan UNICEF dan Inggris menjelang Olimpiade 2012.

Ia akhirnya terpilih mewakili Indonesia dalam tim yang terdiri dari 20 anak dari 20 negara, untuk ikut membawa obor Olimpiade tersebut.

Quote: Bagaimana, gan? Mereka hanyalah sedikit contoh dari penyandang disabilitas yang sukses dan berprestasi dalam hidupnya. Baiklah kita mencontoh sikap dan semangat mereka yang pantang menyerah akan keadaan, gigih dalam mencapai sesuatu, dan tidak menganggap perkataan orang-orang sekitar sebagai halangan justru sebaliknya sebagai cambuk semangat. Emoticon
Semoga apa yang saya bagikan pada malam hari ini dapat bermanfaat dan menginspirasi agan semua Emoticon

Sumber:
Detik
TNI AD
MyFitri

Quote:
Spoiler for Komen Kaskuser:
Quote:Original Posted By x.banditz
anaknya dewi yull sama ray sahetapy juga gan, walau ada kekurangan namun prestasinya luar biasa Emoticon

Quote:Original Posted By dhidadi
Salut Emoticon
Secara tdk langsung "Tamparan keras" bagi yang mempunyai fisik normal tapi suka gampang nyerah sama keadaan.
Nice share gan smoga bermanfaat buat semua khususnya ane pribadi Emoticon

Quote:Original Posted By koproljoni
ibu Ratna Indraswari Ibrahim sudah meninggal gan, kalo nggak salah thn 2011, rip
Ade Irawan sm Stephanie Handojo ane pernah liat saat performance, luar biasa memang mereka gan, diberi kelebihan utk mengimbangi kekutrangannya.

Quote:Original Posted By lordbaw
iya 100% aseli Indonesia gan

Spoiler for Sabar "The Inspirational" Gorky:
Penyandang Disabilitas Berprestasi

SABAR GORKY

Lahir : Solo, 9 September 1968
Istri : Lenie Indria
Anak : Novalia Eka (9)
Pendidikan :
- SD Gulon, Solo
- SMP Purnama 1, Solo
- SMA Wolter Monginsidi, Solo (tidak lulus)

Prestasi :
- Mencapai puncak gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl), gunung tertinggi di
Afrika, 13 November 2011
- Mencapai puncak Gunung Elbrus (5.642 mdpl), gunung tertinggi di Eropa,
17 Agustus 2011
- Peraih medali emas Kejuaraan Panjat Dinding Asia di Korea Selatan tahun
2009

Penyandang Disabilitas Berprestasi

Sabar tinggal Desa Gendingan, RT 3 RW 6, Jebres, Solo. Pria kelahiran 9 September 1968 ini telah menggeluti dunia petualang sejak tahun 1985. Tentunya sudah tidak di ragukan lagi tentang jam terbangnya dalam mengeksplorasi alam pegunungan di Indonesia.

Pada tahun 1996, Sabar yang hobi naik sepeda, panjat dinding, dan arung jeram mengalami kecelakaan yang membuat kakinya sebelah kanan terpaksa harus di amputasi. Kenyataan ini ternyata tidak membuat dia memutuskan untuk berhenti dari hobinya, yaitu panjat tebing. Dengan keadaan yang serba terbatas dia juga masih tetap menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam menafkahi keluarganya.

Sebelum mengalami kecelakaan dia telah aktif menggeluti dunia petualangan. Sederetan gunung tinggi di Indonesia seperti Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, pernah didakinya. Selain mendaki gunung, ia juga aktif mengikuti perlombaan balap sepeda, dan panjat dinding. Ia bahkan pernah memenangkan medali emas kejuaraan panjat dinding Asia pada tahun 2009.

Setelah kehilangan kaki kanannya, penjelajahannya belumlah berhenti. Justru malah semakin berkibar sepak terjangnya. Terbukti dengan berhasilnya ia dengan satu kaki mendaki Elbrus, kesuksesan menaklukkan Elbrus ini menjadi salah satu kado ulang tahun kemerdekaan RI. Setelah berhasil menaklukkan Eropa, Sabar menjajal gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro, di negara Tanzania. Kegiatan ini dilaksanakan berkaitan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Hari Pahlawan 10 November 2011. Sabar pun meraih gelar baru, pendaki tuna daksa pertama dunia yang berhasil menginjakkan kaki di puncak Gunung Kilimanjaro tanpa bantuan dari orang lain.

Penyandang Disabilitas Berprestasi

Sabar sudah menyusun serangkaian agenda. ayah satu anak ini berencana akan menambah daftar taklukan gunung yang terdaftar dalam 7 summits. Semua ini masuk dalam "Ekspedisi Rakyat Merdeka, Batik di Puncak Tertinggi Dunia"

Asal usul nama “GORKY”

Gorky" adalah nama baru yang di sematkan di belakang nama Sabar setelah dia berhasil mencapai puncak gunung Elbrus, Rusia. Menurut catatan sejarah Rusia, karena perjalanan hidupnya yang berliku maka pujangga Alexey Maximovich Peshkov mendapatkan panggilan baru Maxim Gorky, alias "Maxim si empunya hidup pahit." Nama akhir Gorky ( pahit ) yang awalnya merupakan olok - olokan bagi si Maxim kini justru menjadi sebuah julukan bernilai positif. Indonesia pun kini telah memiliki Gorky yang lain: Sabar Gorky.

Semangat dan keberaniannya mampu mengalahkan ketakutan dan kerasnya jalur pendakian . Lebih dari sekadar bendera merah putih yang dikibarkan di puncak, Sabar mengajarkan pada kita semua bahwa banyak hal-hal yang mungkin terlihat mustahil, namun dengan kerja keras dan cerdas serta tentu saja doa pada pemilik alam ini, semua itu mungkin dilakukan.
Penyandang Disabilitas Berprestasi

SUMBER 1
SUMBER 2

Quote:Original Posted By p1nk3d_books
Oh saya kenal pribadi dengan Mbak Ratna (Indraswari Ibrahim). Kebetulan sahabatnya bibi saya. Dulu suka diajak main ke rumahnya & dipuji2 soalnya seneng baca, hehe. Sayang orangnya udah meninggal. Aslinya memang baik, cuma kalo liat pertama kali mungkin agak takut dan nggak berani mendekat.

Quote:Original Posted By bonaparte123
gan, tolong masukin temen ane nih, Habibie Afsyah penyandang difabilitas dengan segudang prestasi....

dengan motonya "kelemahanku adalah kekuranganku", sekarang menjadi salah satu diantara "suhu" nya internet marketing di Indonesia
nih liat cuplikannya :


Quote:Original Posted By adindairawanti
Tambahan gan, mungkin 8 orang

Tolong dimasukkin page one gan,

Perkenalan kami dimulai ketika saya mulai training di bagian oprator telepon dept. f.o. Gran Melia Hotel Jakarta pada tahun 2008, Beliau yg pertama kali mengajarkan saya utk mengoprasikan console, mencari nomor telepon penting, menerima telepon dari tamu, dan membantu utk menyambungkan telpon.. Meskipun beliau sangat pandai berbicara bahasa inggris, dan sangat professional, tp beliau memperlakukan saya dengan sangat baik.. Tidak ada tindakan senioritas sedikitpun, kesan baik inilah yg membuat saya terkagum2 dan tetap menjalin silaturahim terhadap beliau.. Silahkan di baca sedikit cerita yg ada..

Spoiler for sedikit cerita 3 desember 2014:
Penyandang Disabilitas Berprestasi

Waktu kecil, bermain, bersekolah seperti biasa, sama seperti anak pada umumnya,,,
Walau sering telat keluar kelas, pulang sekolah karena lama mencatat dari papan tulis,,,
Walau sering kegebok bola karena terlambat menghindar/menangkis saat main kasti/basket/volley/tennis,,,
Walau kepala sering benjut nabrak pinggiran kolam renang saat harusnya sudah berputar balik dlm pertandingan renang antar sekolah,,,
Walau harus daapat belasan jahitan di lengan dan kepala karena tersandung karpet nyusruk ke lemari kaca penuh gelas dan piring beling,,,,.
Waktu remaja,,, masih ingin beraktifitas seperti biasa,,,
Sempet kecewa, karena penglihatan semakin kabur dan malan hari fix banget udah nggak ngeliat,,,
Sempet kecewa,,, diputusin cowo, ditinggal tanpa kabar setelah tau aku tunanetra,,,
Sempat kecewa,,, nggak bisa daftar sekolah tinggi perhotelan di Bandung karena harus ada surat keterangan dokter mata nggak boleh buta warna, secara akuh buta beneran,,,
Sempet kecewa,,, karena akhirnya sadar harus hapus cita2 jadi pramugari juga, cita2terbang gratis musnah sudah,,,
Sempet kecewa,,, karena dibilang sombong sama kakak kelas di kampus karena lewat didepannya tapi nggak aku sapa,,, padahal dia yang antar akuh pulang malan sebelumnya dari diskotik, yaaa,,, dia nggak tau akuh nggak ngeliat, secara akuh cuma tau nama, nggak tau muka,,,
Sempat kecewa,,, pada saat dihadapkan pada wacana untuk tidak memiliki anak seandainya menikah nanti - steril saja katanya,,,
Waktu dewasa,,, perjuangan hidup terasa semakin berat,,, kayak2 yang nggak akan kuat bertahan,,, mau apa2 susah,,, salah sedikit dibetein,,, harus lebih ngertiin orang lain, karena kalau nggak, dianggapnya nggak tau terima kasih,,, kemana pergi, selalu disuruh sabar sabar sabar,,,
Namun dibalik itu semua,,, lebih banyak anugerah buat akuh dan mungkin pada nggak percaya kalau akuh bahagia,,,
Akuh bahagia,,, karena memutuskan untuk mengambil hakku menjadi ibu dan akuh dikaruniai anak yang lucu2,,,
Akuh bahagia,,, karena tanpa disangka, akuh sekarang bekerja di hotel berbintang 5, Gran Melia Jakarta Hotel, mendapatkan penghargaan2, baik dari Gran Melia Jakarta maupun Melia Hotels international AsiaPasific, termasuk bertemu langsung dengan pendiri/Chairman dan CEO Melia Hotels International di Palma de Mallorca, Spanyol,,,
Akuh bahagia,,, karena mendapatkan kepercayaan dari sebagian besar perwakilan2 tunanetra dunia, untuk memegang jabatan sebagai Sekjen World Blind Union pada Sidang Umum WBU 2012, setelah sebelumnya, sampai sekarang, dipercaya sebagai Sekjen Persatuan Tunanetra Indonesia,,,
Akuh bahagia,,, karena setelah fixed akuh jadi tunanetra,,, akuh jadi lebih sering ke luar negeri, gratis pula, mewakili Indonesia dalam pertemuan2 International,,,
Dan yang paling membahagiakan akuh adalah,,, kondisi disabilitas akuh menambah sempurna berprosesnya akuh,,, mengindahkan berprosesnya akuh,,, memapankan berprosesnya akuh,,, memperkaya berprosesnya akuh, memandirikan berprosesnya akuh,,, sampai akhirnya akuh dipertemukan dengan kalian,, ya,,, kalian,,, kamuh dan kamuh,,, sahabat2 sejati akuh,,, sahabat2 akuh yang paling sincere,,, sahabat2 yang setia dalam suka dan duka,,, yang membuat segalanya jadi lebih mudah,,, yang membuat segalanya jadi mungkin dan yang menciptakan lingkungan yang nyaman buat akuh,,, nyaman untuk bekerja, nyaman untuk bernain, nyaman untuk bersuara, nyaman untuk berkarya, nyaman untuk berinovasi,,,,
Akuh bahagia karena kalian adalah kepanjangtanganan-Nya untukku…
Tapi pada tau nggak sih kalau hari ini tuh Hari Disabilitas International??? Hehehe nggak penting yah???
Karena tanpa adanya HDI, kalian sudah memaknai hidup akuh dengan selayaknya,,,

Anyway,,, ini kuucapkan untuk teman2 disabilitas akuh yang masih jauh dari dan sedang memperjuangkan kemandirian bagi sesama,,, #termasukAkuh dan untuk teman2 non disabilitas yang masih hanya mengkasihani penyandang disabilitas ketimbang menjadi sahabat bagi mereka,,,
Selamat HARI DISABILITAS INTERNASIONAL, 3 Desember, dengan tema "Pembangunan Berkelanjutan melalui Aksesibilitas Rekayasa Teknologi Inovatif" smoga para Disabilitas mendapatkan keMandirian dan kepercayaan… Tetap Semangaaat
๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

#fotoPeringatanHDIdiTemanggung

Spoiler for Rina Prasarani:
>Penyandang Disabilitas Berprestasi
Penyandang Disabilitas Berprestasi

http://indonesia-feature.blogspot.co...arani.html?m=1

Semoga berkenan untuk mengubah judul menjadi 8 orang.. Terima kasih
Emoticon

Quote:Original Posted By hito21
jadi malu ane gan Emoticon seharusnya ini bisa menjadi motivasi kita, kita yang hidup seharusnya lebih banyak bersyukur dan bukannya mengeluh dan sering menyalahkan keadaan, kalau bisa kitan juga harus bisa membawa nama harum Indonesia di mata dunia, ingat para pahlawan Emoticon kita yang terdahulu tak pernah mengeluh dalam berjuang walaupun banyak yang mereka korbankan.

Quote:Original Posted By pungky95
gak ada alasan lagi buat kita untuk enggk berkarya gan
mereka yang memiliki keterbatasan aja bisa kenapa kita enggak
inspiring banget dah prestasi mereka semua

Quote:Original Posted By ibongg
Hallo gan, ane kerja di tempat gituan. atau lebih tepatnya "SLB".
jadi ane dah biasa ngadepin orang yang berkebutuhan khusus.

ngomong-ngomong soal 'Prestasi' semua orang pasti bangga, mulai dari teman, orangtua, guru dan tentu diri sendiri.
dan percayalah rasa bangga nya itu jauh melebihi rasa bangga kita sebagai 'orang normal' jika kita mendapatkan sebuah prestasi.

yang ane harepin, semoga pemerintah dapat mengapresiasikan prestasi yang mereka buat, ga cuma prestasi sesaat. tapi prestasi buat kehidupannya di kemudian hari.

contoh: lapangan kerja buat mereka

7 Orang Indonesia Penyandang Disabilitas yang Berprestasi Tinggi
Source: http://www.kaskus.co.id/thread/5641ee5998e31bdd398b456d/7-orang-indonesia-penyandang-disabilitas-yang-berprestasi Category:
Top List
Pasang Iklan
close