Bahaya Rokok

Raden Saleh, "Pangeran Hitam" yang Menaklukkan Eropa

25-04-2015 16:08
dono107
UserID: 7614946


Assalamualaikum wr wb
Selamat datang di Thread ane


Pembukaan

Quote:Karyanya menjadi koleksi Ratu Elizabeth II dan dipajang di museum-museum seni dunia. Dialah Raden Saleh, pelukis pertama Indonesia yang merambah Eropa.

Quote:Raden Saleh, "Pangeran Hitam" yang Menaklukkan Eropa

Karyanya menjadi koleksi Ratu Elizabeth II dan dipajang di museum-museum seni dunia. Dialah Raden Saleh, pelukis pertama Indonesia yang merambah Eropa.
Selbstbildnis Raden Saleh 1845

Damai baru kembali berjejak di Eropa ketika seorang priyayi Jawa berdarah Arab berlabuh di Amsterdam. Saat itu Napoleon belum lama mati. Pasukannya cerai berai dan wilayah kekuasaannya dibagi-bagikan. Eropa yang lelah berperang, sedang berganti paras buat menyambut era industrialisasi.

Saat semacam itulah Raden Saleh tiba di Eropa. Ia dititahkan penguasa kolonial Belanda untuk belajar seni rupa di Koninklijke Academie van Beeldende Kunsten Den Haag. Kepergiannya dimaksudkan sebagai eksperimen sosial. Buat menjawab apakah seorang pribumi bisa dididik menjadi Europeanen, warga kulit putih Eropa.

Maka selama sepuluh tahun Raden Saleh berkutat di Den Haag. Hingga akhirnya ia mulai berkelana tahun 1839.

Pengembaraannya berakhir sementara di Dresden. "Kota ini punya dua keunggulan," tulisnya kepada Kementrian Kolonial Belanda. "Di sini ada banyak obyek untuk dipelajari. Pertama museum-museum berisikan lukisan, benda dan naskah kuno. Selain itu saya mendapat izin buat bekerja di sana dari Raja dan Pangeran Johann von Sachsen. Keunggulan ketiga adalah pemandangan alamnya."
Dresden pada era Raden Saleh didominasi oleh kaum liberal. Kebebasan mewarnai politik, pendidikan, seni dan budaya. Saat itu belum ada tempat untuk nasionalisme buta yang berkembang di akhir abad ke-18.

Oleh keluarga ningrat Dresden, Serre, Raden Saleh didorong mendalami romantisme dan memadukannya dengan budaya oriental yang ia bawa. "Bait ini untuk mengenang Mayor Serre dan isterinya yang saya sayangi dan hormati seperti orangtua kedua," tulisnya pada 21. Agustus 1840.


Pameran lukisan Raden Saleh di Museum Lindenau, Altenburg, Jerman

Hingga kini jejak Raden Saleh masih terasa di Dresden. Surau yang dibangun buat menghormatinya di sebuah desa di jantung pegunungan Erzgebirge, menjadi situs yang dilindungi dan rajin menjaring wisatawan.

Sementara karya-karyanya tersimpan rapih dalam bentuk koleksi pribadi dan museum-museum seni. Salah satu lukisan Raden Saleh bahkan menjadi koleksi Ratu Elizabeth II dari Inggris. Terakhir, lukisan "Berburu Rusa" yang ia lukis tahun 1846 di Dresden laku dengan harga 5,5 miliar Rupiah.

Maka sosok yang oleh harian Frankfurter Allgemeine Zeitung dijuluki sebagai Der Schwarze Prinz alias Pangeran Hitam itu menjadi wajah pertama Indonesia yang berjejak di Jerman. Untuk menghormatinya, museum Lindenau di Altenburg menggelar pameran khusus karya-karya Raden Saleh bulan September tahun lalu.



Berikut ini adalah citra Raden Saleh di Eropa
Quote:Kepribadian Artistik

Raden Saleh (1811 - 1880) adalah orang Asia pertama yang menikmati pendidikan melukis secara akademis di Eropa. Sosok eksotis yang berkarya seni adalah hal mengejutkan bagi Eropa di pertengahan abad ke-19. Ia juga turut melahirkan aliran lukis orientalis di Jerman. Penampilannya dalam karya Johann Carl Bähr disukai publik, seorang pelukis tampan berkostum pangeran oriental.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Pelukis Berbakat

Lahir di bekas koloni Belanda di Jawa, pada usia muda Saleh melihat hobi favorit penguasa kolonial yakni: berburu. Aktivitas itu menjadi salah satu motif favoritnya. Pelukis kolonial keturunan Belgia, Antoine Payen, melihat bakat Saleh dan mendukungnya. Dengan bantuan hibah, Saleh berangkat ke Belanda pada tahun 1830, di mana ia mendapat pendidikan melukis.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Seniman Lepas

Pemerintah Belanda mengirimnya untuk studi keliling di Eropa, termasuk di Dresden. "Di sana tahun 1839 Saleh tertahan," kata Dr. Julia M. Nauhaus, direktur Museum Lindenau di Altenburg, yang pertama kali di Jerman memamerkan lukisan-lukisan Saleh. "Dia menerima banyak pesanan dan bisa bekerja sebagai seniman lepas, tanpa ketergantungan pada Belanda."

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Hewan Spektakuler

Harimau, anjing, singa, hewan- hewan ini sering muncul dalam karya Saleh. Di tanah kelahirannya Jawa, tidak ada singa. Tampaknya ia secara seksama meriset binatang liar itu selama berkeliling Eropa. "Dia telah melakukan perjalanan antara lain ke kebun binatang London dan sirkus di Den Haag," kata Dr. Nauhaus.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Diakui di Kalangan Seniman

Di Dresden, Saleh dianggap setara sebagai seniman dan warga. Suatu hal yang tidak umum pada waktu itu, karena masih adanya diskriminasi latar belakang dan warna kulit. Saleh dan pesonanya membuat dia disambut kalangan bangsawan dan borjuis. Dia mendapatkan kontrak-kontrak yang menguntungkan.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Lukisan Bersejarah

Tahun 1851 Raden Saleh merasa terpanggil untuk pulang ke tanah Jawa. Fasih dalam lima bahasa, dalam lukisannya ia mengangkat peristiwa sejarah. Lukisan ini, sekarang dipamerkan di istana presiden di Jakarta dan menunjukkan penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1857.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Menggambarkan Realita

Saleh juga seorang arkeolog amatir. Selama berekspedisi ke Jawa Tengah, ia mengalami peristiwa letusan Gunung Merapi yang mengerikan. Kesaksiannya dalam bentuk lukisan. Hasil pantauannya ini tergantung di Museum Nasional Sejarah di Leiden, Belanda. Pada tahun tujuh puluhan, Saleh berwisata bersama istri keduanya sekali lagi ke Eropa.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Lukisan Terkenal

Di samping lukisan penangkapan Diponegoro , lukisan "Berburu Singa" juga menjadi karya Saleh yang paling terkenal. Menurut Direktur Nauhaus lukisan itu dijual hampir dua juta Euro pada tahun 2011. Saleh yang bekerja di Jerman memicu daya tarik orientalis - bersama dengan publikasi sastra Goethe dan Lessing.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Peran Pangeran

Saleh, potret pelukis Jawa karya Frederick Schreuel tahun 1840 itu. Ia dianggap sebagai bapak seni lukis modern Indonesia dan meninggal pada tahun 1880 di rumahnya setelah mengalami stroke.

Spoiler for Raden Saleh:

Quote:Sumber Artikel Penulis: Sarah Wiertz

Spoiler for Komen Kaskuser:
Quote:Original Posted By Musyan6
kebetulan ane juga kagum ama sosok Raden Saleh....n temen ane tesisnya tentang beliau, bahkan udah dijadiin buku juga

minta tolong ditambahin infonya aja gan, kenapa sampai Raden Saleh dikirim ke Belanda, soalnya buka buat percobaan bisa engganya pribumi dididik dengan gaya Eropa, loh.... bahkan pertama kalinya ke Belanda beliau diperlakukan tetep kaya anak jajahan.... makanya beliau berkelana ke negara2 Eropa lainnya dan mendapat pengakuan di Jerman....bahkan dianggap bangsawan disana....

lalu tentang Raden Saleh yang jenius banget dalam melukis, karena kesal sama orang Belanda sana belia pernah bikin lukisan dirinya sendiri yang gantung diri, lukisan itu berhasil menipu semua orang, disangkanya Raden Saleh beneran bunuh diri, pas orang2 lagi kaget, beliau keluar dan tersenyum menang gan, beliau membuktikan sama bangsa Eropa kalau orang Indonesia juga bisa buat karya seni yang hebat

pulang ke Indonesia beliau ngalamin masa-masa sulit gan, karena beberapa kelompok pribumi nuduh beliau pro Belanda....sedangkan ama pemerintah Belanda sendiri beliau sempet ditahan gegara dituduh terlibat pemberontakan...
ya walaupun beliau dididik sama Belanda tapi beliau juga menentang Belanda melalui lukisannya... bukti kongkret lukisan penangkapan Pangeran Dipoenegoro itu...

jangan lupa beliau juga sangat sayang sama istri keduanya yang pribumi, rasa cintanya ada di misteri makam istrinya, monggo cari tau sendiri yaaa....

thanks tritnya overall ane suka

Quote:Original Posted By kornelisbukit
Karya lainnya dari Saleh Sjarif bin Sayyid Husen bin Alwi bin Awal bin Yahya

Spoiler for Raden Saleh Winterlandschaft:

Spoiler for Raden Saleh Tigers Listening:

Spoiler for Raden Saleh Six Horseman Chasing Deer:

Spoiler for Raden Saleh Study of walking tiger:

Spoiler for Raden Saleh Landscape in the Dutch East Indies:

Quote:Original Posted By Silver2boyz
ada tapi dari wikipedia gan
Spoiler for wiki:
Berdiri pada 12 Januari 1898 sebagai RS Ratu Emma (Vereniging voor Ziekenverpleging Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini), RS Cikini didirikan oleh Ny. Adriana Josina de Graaf-Kooman, istri misionaris Belanda, dengan tujuan untuk merawat orang-orang sakit dari berbagai golongan masyarakat tanpa memandang kedudukan dan untuk semua suku, bangsa, dan agama. Biaya pendirian rumah sakit diperoleh dari Ratu Emma, digunakan untuk membeli bekas rumah pelukis kenamaan Raden Saleh di Menteng (Huis van Raden Saleh). Rumah Sakit Ratu Emma berubah nama menjadi Rumah Sakit Tjikini pada 1 Agustus 1913.

Spoiler for Dulu:

Spoiler for Sekarang:

Quote:Original Posted By resterajah
jaman dulu udah bljr ke eropa ni orang, terkenal lagi
waw sniman luar biasa dr indonesia, tp syg orang asing , blanda yg mmbesarkan nya
skrang indonesia sulit menghargai kemampuan wrga ny sndri shngga bnyk yg mmliki ptensi lbih mmlih ke luar ngri krna di akui bkat ny

Quote:Original Posted By wiskiilectic
Lukisannnya Berstile eropa banget, coba do'i lebih lama di Jawa, mungkin banyak peperangan yang bisa do'i lukiz....kek perang2 di eropa itu looh gan, yang kejadiannya banyak di lukis oleh para seniman di sono..
btw, itu tahun lahirnya raden saleh kok pas sama kedatangan portugis ke Malaka(malaysia) ya gan,

Quote:Original Posted By opsuper
lukisan karya raden saleh memang keren dan indah, serta memiliki nilai seni yang tinggi..
pantaslah jika beliau disebut sebagai pelukis legendaris indonesia..
kita mesti bangga dengan seniman indonesia..

Quote:Original Posted By amang.jr
mantap yaa karya nya, ane sih gak mengerti tentang lukisan, tapi tadi nanya temen, raden saleh ini pelukis yang bawa aliran barat ke indonesia.

Quote:Original Posted By herumaru
Sempet denger katanya ada 2 versi atau lukisan penangkapan diponegoro dipalsukan, lukisan palsu katanya lukisan p.diponegoro tertunduk lesu ketika dtangkap, padahal lukisan asli berdiri gagah menentang penangkapan... cmiiw

Quote:Original Posted By Dante.z77
Oooh ternyata raden saleh seorang seniman ya gan, namanya banyak dijadikan nama jalan ya, ane kira raden saleh seorang pejuang maklum pengetahuan sejarah ane nol besar

Thanks gan infonya, ane kasih deh karena udah ngasih info yang bermafaat,, cek kulkas

Quote:Original Posted By emirchelsea
Salah satu LUKISAN Raden Saleh yg pertama ane liat : Penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1857.
... Walaupun ane cma liat dalam bentuk REPLIKA di KALENDER ....Ane merasa KAGUM dgn si PELUKISNYA ....
Waktu itu ane msh SMP .... Kagak Tau ... Klo Raden Saleh, tuh ... salah satu PELUKIS HEBAT ....
Sampe2 ... ane gunting kalendernya ... trus, ane kasih BINGKAI .... Ada perasaan, Gimanaaaaaaaaa ...gtu, ... ketika memandangi Lukisan tsb .... Walo dlm bentuk replika .. pemanis KALENDER ....


Quote:Original Posted By Dadadidou
Bapak-bapak dan ibu-ibu...

Memang benar lukisan beliau ini melegenda di Internasional.
Masih ada beberapa lukisan beliau di RS PGI Cikini jalan. Raden Saleh No.40. Jakarta Pusat.

Akan tetapi, ada beberapa rumor beredar bahwa lukisan beliau yang ada di Aula RS PGI Cikini sudah tidak Authentic/Asli lagi karena ada permainan di kalangan direktur dan yayasan PGI pada waktu periode 2010-2015 menjual secara diam-diam.

Sayang sekali bila kebanyakan koleksi "masterpiece" beliau yang tidak lagi dimiliki oleh bangsa sendiri.

Salah satu rumah beliau berada di jalan raden saleh no.40. Jakpus yang dihibahkan kepada belanda yang kemudian diberikan kepada Yayasan PGI.

Mungkin bila bapak-bapak dan ibu-ibu ingin melihat rumah beliau dapat datang ke RS PGI Cikini.

Terimakasih.

Quote:Original Posted By irfanmy48
Setau saya beliau lahir di Semarang dan untuk penghormatannya didirikanlah Taman Budaya Raden Saleh dimana tempat kumpulnya seniman2 Jateng, yang sekarang sedang diributkan karena mau dibangun Trans Studio

Source: http://www.kaskus.co.id/thread/553b599e60e24b06588b4568/raden-saleh-quotpangeran-hitamquot-yang-menaklukkan-eropaCategory:
Best Article
Pasang Iklan
close