Bahaya Rokok

Fenomena Betapa Mirisnya Program Pertelevisian Di Indonesia

24-04-2015 21:13
poenyamoooe
UserID: 7753536


Jam 4.30 sore sudah jadi kebiasan ane pulang dari rutinitas kerja. Sekedar hanya ingin melepas penat, ane nyalain Tv, siapa tahu ada tontonan yang menarik. Ane biasanya nonton Tv itu sehabis maghrib, tapi apa yang terjadi? Semuanya sudah berubah saat negara mbah dukun menyerang.

Ane kecewa karena ane bingung mau nonton apaan gan, ga ada yang bisa ane tonton. Alhasil dari situlah ane mulai meninggalkan yang namanya Tv, paling ane nonton Tv itu yang sekiranya penting. Karena dari hal yang tak di inginkan itulah ane jadi tahu seperti apa fenomena program pertelevisian yang terjadi di negeri ini. Daripada lama-lama mending simak aja gan...

Quote:Quote: Orientasi Terhadap Rating



Entah kenapa hidup dan matinya sebuah program di televisi itu harus di ukur dengan yang namanya Rating. Apabila sebuah program televisi mendapatkan rating yang baik secara konsisten, niscaya umur program televisi itu akan panjang, begitu juga sebaliknya. Mau berbagai format apapun progam yang hadir, pasti yang di kejar dan di jadikan panutan itu adalah Rating.

Memang si rating itu di jadikan sebuah daya tarik bagi para pihak pengiklan. Tapi hasil dari pihak pengiklan biasa tidak di gunakan untuk memperbaiki program yang ada. Alhasil secara lama kelamaan apa yang di tawarkan dari program tersebut tidak layak untuk di tonton, karena kwalitasnya yang semakin memburuk.

Quote:Quote: Durasi Penayangan Yang Lama



Pernah sadarkah belakangan ini banyak program di televisi yang memiliki durasi penayangan yang lama? Masih ingatkah dengan progam Akad Nikah dari salah satu selebritis yang di tayangan dari pagi hingga malam, itulah contohnya. Ane ga habis pikir apa yang ada di benak stasiun televisi tersebut, seolah-olah hanya demi mengejar rating semata.

Terus masih ada lagi program pencarian bakat yang tayang dari sore hingga tengah malam, dulu juga pernah ada program komedi yang sama dan ada juga sebuah sinetron yang tayang sampai ribuan episode. Itu namanya apa? Mending kalau durasi yang panjang itu di dukung dengan isi konten yang bermanfaat, lah kenyataannya yang ada justru bikin ngelus-ngelus dada.

Quote:Quote: Kurangnya Kreativitas



Ini salah satu hal yang sangat sulit untuk di terapkan. Kemarin ane lihat ada beberapa stasiun televisi yang sering menanyakan programnya secara berulang-ulang. Bahkan program yang sempat di berhentikan oleh KPI pun sekarang turut di tayangkan lagi. Usaha untuk berfikir kreatif dalam menciptakan sebuah program baru itu seolah-olah ga ada.

Padahal masih banyak tema yang dapat di salurkan untuk membuat program televisi yang sekiranya bisa menarik minat pihak penonton. Tapi yang ane lihat masih banyak stasiun televisi yang mengunakan formula lama dalam menciptakan program tersebut. Yang ada malah bisa jadi ajang cacian di Sosial Media.

Quote:Quote: Penuh Gimmick Air Mata



Ane sebenarnya udah eneg lihat salah satu cara yang ini, bukannya ane ga punya rasa simpati ya. Banyak program di televisi menerapkan cara ini untuk menarik perhatian dan simpati dari pihak penonton.

Hampir semua format program yang ada pasti pakai cara ini untuk mendorong Rating agar naik secara drastis. Apabila jika Rating stagnan, tingal diulangi dan hasilnya pasti sama. Beberapa tahun belakangan malah lebih menarik dengan cara hipnotis dan lempar-lemparan makanan ke arah wajah.

Quote:Quote: Kurangnya Acara Edukasi Anak



Ane miris lihat banyak anak-anak di lingkungan ane yang sedari kecil udah bisa pacaran, nyanyi-nyanyi lagu cinta dan ngomong pakai bahasa yang katanya gahool bin alay. Semua ini terjadi karena pengaruh program pertelevisian yang ga jelas.

Kategori kartun dan anime ane kategorikan bukan sebuah program edukasi untuk anak-anak, melainkan lebih ke arah hiburan. Mungkin tahun 2010 kebawah masih banyak bisa di temui. Tapi sekarang yang masih benar-benar bertahan cuma segelintir saja.

Quote:Quote: Bergantinya Format Acara



Dari program musik yang beralih ke program pembahasan aib dan bincang-bincang masalah keluarga sampai ke program pencarian bakat yang beralih ke program debat dan lawakan yang ga jelas. Format awalnya paling cuma 10% dari total penayangan yang ada.

Entah mungkin sudah tidak ada yang bisa di bahas dari format awal atau memang semua sudah seperti itu adanya. Yang jelas semua hanya ajang untuk para pembawa acaranya saja.

Quote:Quote: Infotainment Sebagai Ajang Sensasi



Salah satu format yang menurut ane sebagai tempatnya pembodohan publik. Tiap hari isinya yang ada cuma sensasi, ajang pamer kekayaan dan acara kimpoi cerai kimpoi cerai para artis. Miris, ga ada prestasi yang patut di banggakan. Paling yang ada cuma segelintir saja yang benar-benar totalitas terhadap dunia hiburan.

Alhasil semua jadi panutan dan pembicaraan bagi masyarakat yang melihatnya. Terutama (maaf) untuk para ibu-ibu, karena ane sering melihatnya dan ini memanglah nyata.

Quote:Quote: Banyaknya Program Dari Pihak Asing



Dari serial televisi sampai ajang pencarian bakat. Entah kenapa program dari luar negeri itu selalu lebih unggul daripada program yang pertelevisian Indonesia punya. Yang ane herannya lagi kenapa pertelevisian Indonesia ga bisa meniru kiat baik dan sukses dalam menciptakan program.

Kenyataannya malah lebih bangga terhadap hasil karya orang lain daripada karya dari diri sendiri. Bisanya cuma impor dan ga pernah bisa ekspor. Kalah dari negeri tetangga yang katanya masih di bawah negeri kita.

Quote:Quote: Dominasi Sinteron


Madafaka! Ane ga bisa berkata-kata terhadap program yang satu ini. Tayang dari sore hingga malam dan selalu jadi andalan untuk menarik Rating. Sinetron ini lebih dominan di buat oleh dua rival abadi, yaitu si burung dan si matahari.

Masing-masing selalu berusaha untuk menjadi siapa raja program sinetron yang paling unggul di negeri ini. Alhasil cuma sinetronlah yang menjadi jantungnya mereka. Mau di benci dengan cara apapun, sinetron ini ga akan pernah bisa mati terkecuali mereka memberhentikan pembuatannya.

Program sinetron juga terkesan tidak mendidik, tidak memiliki jalan cerita yang jelas dan berpengaruh buruk terhadap mental dari pihak penonton. Di sini yang di untungkan ya cuma yang punya program tersebut dan kita sebagai pihak penonton masih akan terus di tawarkan dengan program sinetron yang ada. Terkecuali kita bisa berhenti untuk menontonnya.

Quote:Quote: Sering Ikutan Latah



Si A bikin sinetron manusia jadi-jadian, si B ikut. Si C nayangin serial dari India, si D ikut. Si E bikin program pencarian bakat nyanyi, si F ikut. Terkadang juga ada yang menjiplak secara keras program yang ada di luar negeri.

Ya begitulah siklus yang terjadi. Semua berusaha untuk bersaing tetapi tidak dengan cara yang baik. Yang ada cuma jadi ajang ledekan rival karena hanya bisa ikut-ikutan saja. Tetapi entah kenapa ketika ada salah satu televi yang khilaf bikin program mendidik tidak ada yang mau pada ikutan. Kenapa?

Quote:Quote: Program Berita Yang Kurang Relevan



Ane paling males kalo di suruh nonton program berita yang ada gan. Stasiun televisi sebelah bilang ini, yang stasiun televisi sebelah lagi bilang itu. Semua terbalik dan menjadikannya sangat tidak relevan terhadap berita yang di sampaikan.

Terus hampir mayoritas program berita itu isinya cuma kriminalitas dan kasus politik. Sangat jarang ada yang mau memberitakan manusia-manusia berprestasi di negeri ini. Seolah negeri ini cuma di sisi oleh manusia-manusia yang (maaf) jauh terbelakang.

Sekali ada berita yang heboh seperti sebuah bencana dan tragedi, baru bisa sepaham. Namun ketika tidak ada hal yang menarik lagi untuk di beritakan, semua balik lagi ke awal.

Quote:Quote: Kurangnya Kesadaran Dari Masyarakat



Ini yang paling penting gan. Ane heran banyak orang ngomong "Berikan kami tontonan yang mendidik." lah kenapa pada kenyataannya saat ada program yang mendidik malah ga pernah di apresiasi. Yang tetep kokoh di puncak malah program-program pembodohan yang ga penting.

Sekali lagi ini juga tergantung selera masing-masing orang ya, ga bisa dipaksakan, meskipun seleranya cenderung pada jelek. Jika kita memang sudah muak dengan keadaan yang ada, lebih baik matiin tv terus cari kegiatan yang bermanfaat.

Semua ada di tangan kita. Dukung program yang sekiranya bermanfaat dan tinggalkan program yang sekiranya ga bermanfaat.

Cukup sekian thread yang ane buat, apabila agan ada tambahan atau masukan itu sangat ane harapkan. Maaf apabila ada salah kata dan salah dalam penyampaian :]



Sumber : @poenyamoooe
Source: http://www.kaskus.co.id/thread/553a4f7edc06bd4f418b4570/fenomena-betapa-mirisnya-progam-pertelevisian-di-indonesiaCategory:
Intermezzo
Pasang Iklan
close