Bahaya Rokok

Penulis Terkenal Indonesia

Thumbs up Infografis Penulis-Penulis Indonesia yang Paling Populer

Tags: Indonesia Proud! - Knowledge - Biography - Interest - Book - Activity - Inspiring
radith.yoga
UserID: 6797805
Banner
Quote:Quote:INTRO
Setiap era selalu melahirkan generasi penulis populer dengan berbagai karya yang fenomenal dan memberi nuansa berbeda bagi dunia sastra indonesia. Setiap penulis memiliki ciri khas tersendiri dalam karyanya baik itu novel, cerita pendek, fiksi, naskah drama maupun lainnya. jalan cerita yang unik dengan para tokoh yang berkarakter dan kuat merupkan salah satu faktor yang membuat karya si penulis laris manis.

Quote:1. Raditya Dika

Raditya Dika
image courtesy of infografisokezone.com

Dika Angkasaputra Moerwani atau dikenal dengan nama Raditya Dika (lahir di Jakarta, 28 Desember 1984; umur 29 tahun, akrab dipanggil Radith, adalah seorang penulis asal Indonesia. Di Indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai penulis buku-buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadinya yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. Buku tersebut menampilkan kehidupan Dikung (Raditya Dika) saat kuliah di Australia. Tulisan Radith bisa digolongkan sebagai genre baru. Kala ia merilis buku pertamanya tersebut, memang belum banyak yang masuk ke dunia tulisan komedi. Apalagi bergaya diari pribadi (personal essay).

Quote: Novel
Spoiler for Open:
  • 2005 - Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
  • 2006 - Cinta Brontosaurus
  • 2007 - Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
  • 2008 - Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang
  • 2010 - Marmut Merah Jambu
  • 2011 - Manusia Setengah Salmon

Quote: Penulis skenario
Spoiler for Open:
  • Maling Kutang (2009)
  • Cinta Brontosaurus (2013)
  • Manusia Setengah Salmon (2013)
  • Marmut Merah Jambu (2014)

Quote: Sutradara
Spoiler for Open:
  • Marmut Merah Jambu (2014)
  • Malam Minggu Miko The Movie (2014)

SOURCE

Quote:2. Dewi Lestari

Dewi Lestari
image courtesy of infografisokezone.com

Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976; umur 38 tahun) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 2001 - Novel Supernova : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh
  • 2002 - Novel Supernova : Akar
  • 2003 - Kumpulan Prosa dan Puisi "Filosofi Kopi"
  • 2004 - Novel Supernova : Petir
  • 2008 - Kumpulan Cerita Rectoverso
  • 2009 - Novel Perahu Kertas
  • 2011 - Kumpulan Cerita Madre
  • 2012 - Novel Supernova : Partikel
  • 2014 - Novel Supernova : Gelombang

SOURCE

Quote:3. Andrea Hirata

Andrea Hirata
image courtesy of infografisokezone.com

Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun (lahir di Belitung, 24 Oktober 1976; umur 38 tahun) adalah novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia. Ia berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 2005 - Laskar Pelangi
  • 2006 - Sang Pemimpi
  • 2007 - Edensor
  • 2008 - Maryamah Karpov
  • 2010 - Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas
  • 2011 - Sebelas Patriot
  • 2012 - Laskar Pelangi Song Book

SOURCE

Quote:4. Mira Widjaja

Mira Widjaja
image courtesy of infografisokezone.com

Mira Widjaja (Wong), atau lebih dikenal dengan nama pena Mira W. (lahir 13 September 1951; umur 63 tahun), adalah novelis Indonesia. Terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa, ia dikenal sebagai salah satu penulis novel-novel roman populer di Indonesia. Ayahnya, Othniel, adalah pelopor industri perfilman di Indonesia. Mira menulis novel dengan berbagai genre, termasuk roman, kriminal, dan kehidupan rumah sakit. Ia berprofesi sebagai dokter sebelum menjadi penulis

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1975 - Benteng Kasih
  • 1977 - Dokter Nona Friska
  • 1980 - Disini Cinta Pertama Kali Bersemi

SOURCE

Quote:5. Habiburrahman El Shirazy

http://3.bp.blogspot.com/-1dDjALTx7CI/VHb0e_O6RlI/AAAAAAAABkA/_kqWnB7gOmo/s000/habiburrahman_el_shirazy.jpg
image courtesy of infografisokezone.com

Habiburrahman El Shirazy(lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976; umur 38 tahun) adalah novelis nomor. 1 Indonesia dinobatkan oleh Insani Universitas Diponegoro. Selain novelis, sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini juga dikenal sebagai sutradara, dai, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan dan Australia. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta, (2010) dan The Romance. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 2004 - Ayat-Ayat Cinta
  • 2004 - Pudarnya Pesona Cleopatra
  • 2006 - di Atas Sajadah Cinta
  • 2007 - Dalam Mihrab Cinta
  • 2009 - Ketika Cinta Bertasbih
  • 2009 - Ketika Cinta Bertasbih 2
  • 2010 - Bumi Cinta

SOURCE

Quote:6. Ayu Utami

Ayu Utami
image courtesy of infografisokezone.com

Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968; umur 45 tahun) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Novelnya yang pertama, Saman, mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia. Ayu dikenal sebagai novelis sejak novelnya Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar. Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Akhir 2001, ia meluncurkan novel Larung.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1998 - Novel Saman
  • 2001 - Novel Larung
  • 2003 - Kumpulan Esai "Si Parasit Lajang"
  • 2008 - Novel Bilangan Fu
  • 2010 - Novel Manjali Dan Cakrabirawa (Seri Bilangan Fu)
  • 2012 - Novel Cerita Cinta Enrico
  • 2012 - Novel Soegija: 100% Indonesia
  • 2012 - Novel Lalita (Seri Bilangan Fu)
  • 2013 - Novel Si Parasit Lajang
  • 2013 - Novel Pengakuan: Eks Parasit Lajang
  • Novel Maya

SOURCE

Quote:7. Marga T

Marga T
image courtesy of infografisokezone.com

Marga Tjoa (lahir di Jakarta, 27 Januari 1943; umur 71 tahun), yang lebih dikenal dengan nama Marga T., adalah salah seorang pengarang Indonesia yang paling produktif. Namanya mulai dikenal pada tahun 1971 lewat cerita bersambungnya, Karmila yang kemudian dibukukan dan difilmkan. Sejak kecil Marga telah banyak menulis. Karangan-karangannya mula-mula dimuat di majalah sekolahnya. Pada usia 21 tahun, ia menghasilkan cerita pendeknya yang pertama, Kamar 27, yang kemudian disusul oleh bukunya yang pertama, Rumahku adalah Istanaku, sebuah cerita anak-anak, yang diterbitkan pada 1969. Sebagai penulis, Marga adalah seorang pekerja keras. Ia dapat menghabiskan waktu empat hingga lima jam sehari dalam mengarang. Kedisiplinannya juga tampak dari kegiatannya membaca apa saja. "Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun," begitu prinsip Marga. Karena itu ia rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli novel. Novelnya yang paling mutakhir, "Sekuntum Nozomi", buku ketiga, yang terbit pada 2004, mengangkat kisah seputar tragedi Mei 1998 yang menelan banyak korban khususnya di kalangan kaum perempuan keturunan Tionghoa.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1969 - Rumahku adalah Istanaku
  • 1971 - Karmila
  • 1974 - Badai Pasti Berlalu
  • 1976 - Gema Sebuah Hati
  • 1976 - Bukan Impian Semusim
  • 1977 - Sepotong Hati Tua
  • 1979 - Lagu Cinta: kumpulan cerpen

SOURCE

Quote:8. Asma Nadia

Asma Nadia
image courtesy of infografisokezone.com

Asma Nadia, adalah penulis Indonesia. Saat ini dikenal sebagai Pendiri Forum Lingkar Pena, suatu perkumpulan yang ikut dibidaninya untuk membantu penulis-penulis muda, dan manajer AsmaNadia Publishing House. Karena karya-karyanya ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma sering diminta untuk memberi materi dalam berbagai loka karya yang berkaitan dengan penulisan serta keperempuanan, baik di dalam mau pun di luar negeri. Tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa usai mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus - September 2009), Nadia sempat diundang untuk memberikan workshop dan dialog kepenulisan al. di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan FLP dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 2009 - Emak Ingin Naik Haji
  • 2011 - Rumah tanpa Jendela

SOURCE

Quote:9. W.S. Rendra

W.S. Rendra
image courtesy of infografisokezone.com

Rendra (Willibrordus Surendra Broto Rendra); lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, kemudian ia mendirikan Bengkel Teater Rendra di Depok, pada bulan Oktober 1985. Semenjak masa kuliah ia sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.

Quote: Drama
Spoiler for Open:
  • 1954 - Orang-orang di Tikungan Jalan
  • 1967 - Bib Bob Rambate Rate Rata (Teater Mini Kata)
  • 1977 - SEKDA
  • 1972 - Mastodon dan Burung Kondor
  • 1986 - Panembahan Reso

Quote: Kumpulan Sajak/Puisi
Spoiler for Open:
  • Ballada Orang-orang Tercinta (Kumpulan sajak)
  • Blues untuk Bonnie
  • Empat Kumpulan Sajak
  • Sajak-sajak Sepatu Tua
  • Mencari Bapak

SOURCE

Quote:10. Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu
image courtesy of infografisokezone.com

Djenar Maesa Ayu (lahir di Jakarta, 14 Januari 1973; umur 41 tahun) adalah seorang penulis Indonesia Cerpen-cerpennya telah tersebar di berbagai media massa Indonesia seperti Kompas, The Jakarta Post, Republika, Koran Tempo, Majalah Cosmopolitan,Lampung Post, dan majalah Djakarta! . Karyanya tergambar sebagai propokatif dan mengerikan, unik dan berani. Karena keberaniannya dalam menulis topik buku yang ditulisnya, Djenar dianggap sebagai salah satu sastra wangi (mengangkat seksualitas). Djenar mulai menulis saat masih sekolah dasar. Setelah lulus kuliah, dia bekerja sebagai presenter televisi untuk jangka waktu pendek sebelum memulai dunia menulis. Ia adalah putri dari pasangan sutradara film legendaris Syuman Djaya dan pemeran wanita Tutie Kirana. Djenar memiliki dua orang anak yaitu Banyu Bening dan Btari Maharani.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 2001 - Mereka Bilang, Saya Monyet!
  • 2005 - Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)
  • 2006 - Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
  • 2008 - Nayla
  • 2011 - 1 Perempuan 14 Lelaki
  • 2012 - T(w)itit!
  • 2014 - SAIA

SOURCE

Quote:11. Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer
image courtesy of wikipedia.com

Pramoedya Ananta Toer (lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 – meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun), secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1946 - Sepoeloeh Kepala Nica
  • 1947 - Kranji–Bekasi Jatuh
  • 1950 - Perburuan
  • 1950 - Keluarga Gerilya
  • 1951 - Subuh
  • 1951 - Percikan Revolusi
  • 1951 - Mereka yang Dilumpuhkan (I & II)
  • 1951 - Bukan Pasar Malam
  • 1951 - Di Tepi Kali Bekasi
  • 1951 - Dia yang Menyerah
  • 1952 - Cerita dari Blora
  • 1953 - Gulat di Jakarta
  • 1954 - Midah Si Manis Bergigi Emas
  • 1954 - Korupsi
  • 1954 - Mari Mengarang
  • 1957 - Cerita Dari Jakarta
  • 1957 - Cerita Calon Arang
  • 1958 - Sekali Peristiwa di Banten Selatan
  • 1965 - Panggil Aku Kartini Saja
  • 1965 - Kumpulan Karya Kartini
  • 1965 - Wanita Sebelum Kartini
  • 1965 - Gadis Pantai
  • 1965 - Sejarah Bahasa Indonesia. Satu Percobaan
  • 1963 - Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia
  • 1965 - Lentera
  • 1980 - Bumi Manusia
  • 1981 - Anak Semua Bangsa
  • 1981 - Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga
  • 1982 - Tempo Doeloe
  • 1985 - Jejak Langkah
  • 1985 - Sang Pemula
  • 1987 - Hikayat Siti Mariah
  • 1988 - Rumah Kaca
  • 1995 - Memoar Oei Tjoe Tat
  • 1995 - Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I
  • 1995 - Arus Balik
  • 1997 - Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II
  • 1999 - Arok Dedes
  • 2000 - Mangir
  • 2000 - Larasati
  • 2005 - Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

SOURCE

Quote:12. Sutan Takdir Alisjahbana

Sutan Takdir Alisjahbana
image courtesy of wikipedia

Sutan Takdir Alisjahbana, (lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun) adalah seorang sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1929 - Tak Putus Dirundung Malang
  • 1932 - Dian Tak Kunjung Padam
  • 1935 - Tebaran Mega
  • 1936 - Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia
  • 1936 - Layar Terkembang
  • 1940 - Anak Perawan di Sarang Penyamun
  • 1941 - Puisi Lama
  • 1946 - Puisi Baru
  • 1946 - Pelangi
  • 1946 - Pembimbing ke Filsafat
  • 1957 - Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia
  • 1962 - The Indonesian language and literature
  • 1966 - Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia
  • 1969 - Kebangkitan Puisi Baru Indonesia
  • 1976 - The failure of modern linguistics
  • 1977 - Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan
  • 1977 - Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai Bahasa Modern
  • 1977 - Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai
  • 1978 - Lagu Pemacu Ombak
  • 1982 - Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab
  • 1987 - Sajak-Sajak dan Renungan
  • 1992 - Pemikiran Islam Dalam Menghadapi Globalisasi Dan Masa Depan Umat manusia

SOURCE

Quote:13. Haji Abdul Malik Karim Amrullah

Haji Abdul Malik Karim Amrullah
image courtesy of wikipedia.com

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah bin Abdul Karim Amrullah bin Syeikh Muhammad Amrullah bin Tuanku Abdullah Saleh bin Tuanku Syeikh Pariaman atau lebih dikenal dengan julukan Hamka, yakni singkatan namanya, (lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • Kenang-Kenangan Hidup, 4 Jilid, Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
  • Ayahku (Riwayat Hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangannya), Jakarta: Pustaka Wijaya, 1958.
  • Khatib al-Ummah, 3 Jilid, Padang Panjang, 1925.
  • Islam dan Adat, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1929.
  • Kepentingan Melakukan Tabligh, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1929.
  • Majalah Tentera, 4 nomor, Makassar, 1932.
  • Majalah al-Mahdi, 9 nomor, Makassar, 1932
  • Bohong di Dunia, cet. 1, Medan: Cerdas, 1939.
  • Agama dan Perempuan, Medan: Cerdas, 1939.
  • Pedoman Mubaligh Islam, cet. 1, Medan: Bukhandel Islamiah, 1941.
  • Majalah Semangat Islam, 1943.
  • Majalah Menara, Padang Panjang, 1946.
  • Muhammadiyah Melalui Tiga Zaman, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1946.
  • Revolusi Agama, Padang Panjang: Anwar Rasyid, 1946.
  • Tinjauan Islam Ir. Soekarno, Tebing Tinggi, 1949.
  • Falsafah Hidup, cet. 3, Jakarta: Pustaka Panji Masyarakat, 1950.
  • Falsafah Ideologi Islam, Jakarta: Pustaka Wijaya, 1950.
  • Urat Tunggang Pancasila, Jakarta: Keluarga, 1951.
  • Pelajaran Agama Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1952.
  • K.H. A. Dahlan, Jakarta: Sinar Pujangga, 1952.
  • Perkembangan Tashawwuf dari Abad ke Abad, cet. 3, Jakarta: Pustaka Islam, 1957.
  • Pribadi, Jakarta: Bulan Bintang, 1959.
  • Pandangan Hidup Muslim, Jakarta: Bulan Bintang, 1962
  • 1001 Tanya Jawab tentang Islam, Jakarta: CV. Hikmat, 1962.
  • Cemburu, Jakarta: Firma Tekad, 1962.
  • Angkatan Baru, Jakarta: Hikmat, 1962.
  • Ekspansi Ideologi, Jakarta: Bulan Bintang, 1963.
  • Sayyid Jamaluddin al-Afghani, Jakarta: Bulan Bintang, 1965.
  • Lembaga Hikmat, cet. 4, Jakarta: Bulan Bintang, 1966.
  • Dari Lembah Cita-Cita, cet. 4, Jakarta: Bulan Bintang, 1967.
  • Hak-Hak Azasi Manusia Dipandang dari Segi Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1968.
  • Gerakan Pembaruan Agama (Islam) di Minangkabau, Padang: Minang Permai, 1969.
  • Hubungan antara Agama dengan Negara menurut Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1970.
  • Islam, Alim Ulama dan Pembangunan, Jakarta: Pusat dakwah Islam Indonesia, 1971.
  • Islam dan Kebatinan, Jakarta: Bulan Bintang, 1972.
  • Mengembalikan Tasawuf ke Pangkalnya, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1973.
  • Beberapa Tantangan terhadap Umat Islam di Masa Kini, Jakarta: Bulan Bintang, 1973.
  • Kedudukan Perempuan dalam Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1973.
  • Muhammadiyah di Minangkabau, Jakarta: Nurul Islam, 1974.
  • Tanya Jawab Islam, Jilid I dan II cet. 2, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.
  • Studi Islam, Aqidah, Syari’ah, Ibadah, Jakarta: Yayasan Nurul Iman, 1976.
  • Tasawuf, Perkembangan dan Pemurniannya, cet. 8, Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1980.
  • Ghirah dan Tantangan Terhadap Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.
  • Lembaga Budi, cet. 7, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.
  • Islam: Revolusi Ideologi dan Keadilan Sosial, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.
  • Renungan Tasawuf, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1985.
  • Tafsir al-Azhar, Juz I sampai Juz XXX, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986.
  • Prinsip-prinsip dan Kebijaksanaan Dakwah Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1990.
  • Tuntunan Puasa, Tarawih, dan Idul Fitri, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1995.
  • Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi, Jakarta: Tekad, 1963.
  • Keadilan Ilahi, Medan: Cerdas, 1940.
  • Angkatan Baru, Medan: Cerdas, 1949.
  • Cahaya Baru, Jakarta: Pustaka Nasional, 1950.
  • Menunggu Beduk Berbunyi, Jakarta: Firma Pustaka Antara, 1950.
  • Terusir, Jakarta: Firma Pustaka Antara, 1950.
  • Di Dalam Lembah Kehidupan (kumpulan cerpen), Jakarta: Balai Pustaka, 1958.
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah, cet. 7, Jakarta: Balai Pustaka, 1957.
  • Tuan Direktur, Jakarta: Jayamurni, 1961
  • Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, cet. 13, Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
  • Pembela Islam (Tarikh Sayyidina Abubakar Shiddiq), Medan: Pustaka Nasional, 1929.
  • Islam dan Adat Minangkabau, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.
  • Mengembara di Lembah Nil, Jakarta: NV. Gapura, 1951.
  • Sullam al-Wushul; Pengantar Ushul Fiqih (terjemahan karya Dr. H. Abdul Karim Amrullah), Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.
  • Margaretta Gauthier (terjemahan karya Alexandre Dumas), cet. 7, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.

SOURCE

Quote:14. Chairil Anwar

Chairil Anwar
image courtesy of wikipedia.com

Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia.

Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Pusinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.


Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1948 - Pulanglah Dia Si Anak Hilang
  • 1949 - Deru Campur Debu
  • 1949 - Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus
  • 1950 - Tiga Menguak Takdir
  • 1951 - Kena Gempur
  • 1998 - Derai-derai Cemara

Quote: Karya Tentang Chairil Anwar
Spoiler for Open:
  • Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953)
  • Boen S. Oemarjati, "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972).
  • Abdul Kadir Bakar, "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974)
  • S.U.S. Nababan, "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York, 1976)
  • Arief Budiman, "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jaya, 1976)
  • Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976
  • H.B. Jassin, "Chairil Anwar, pelopor Angkatan '45, disertai kumpulan hasil tulisannya", (Jakarta: Gunung Agung, 1983)
  • Husain Junus, "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984)
  • Rachmat Djoko Pradopo, "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
  • Sjumandjaya, "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987)
  • Pamusuk Eneste, "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor, 1995)
  • Zaenal Hakim, "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat, 1996)
  • Drama Pengadilan Sastra Chairil Anwar karya Eko Tunas, sutradara Joshua Igho, di Gedung Kesenian Kota Tegal (2006).

SOURCE

Quote:15. Ahmad Tohari

Ahmad Tohari
image courtesy of wikipedia.com

Ahmad Tohari, (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948; umur 66 tahun) adalah sastrawan Indonesia. Ia menamatkan SMA di Purwokerto. Namun, ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975-1976). Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian Merdeka, majalah Keluarga dan majalah Amanah, semuanya di Jakarta. Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan pesantren ini telah melahirkan novel dan kumpulan cerita pendek. Beberapa karya fiksinya antara lain trilogi ''Ronggeng Dukuh Paruk'' telah terbit dalam edisi Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris. Tahun 1990 pengarang yang punya hobi mancing ini mengikuti International Writing Programme di Iowa City, Amerika Serikat dan memperoleh penghargaan The Fellow of The University of Iowa.

Ronggeng Dukuh Paruk, novel yang diterbitkan tahun 1982 berkisah tentang pergulatan penari tayub di dusun kecil, Dukuh Paruk pada masa pergolakan komunis. Karyanya ini dianggap kekiri-kirian oleh pemerintah Orde Baru, sehingga Tohari diinterogasi selama berminggu-minggu. Hingga akhirnya Tohari menghubungi sahabatnya Gus Dur, dan akhirnya terbebas dari intimidasi dan jerat hukum. Bagian ketiga trilogi, berjudul Jantera Bianglala, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan cuplikannya dimuat dalam Jurnal Manoa edisi Silenced Voices terbitan Honolulu University tahun 2000, termasuk bagian yang disensor dan tidak dimuat dalam edisi bahasa Indonesia. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Dancer oleh Rene T.A. Lysloff. Trilogi ini juga difilmkan oleh sutradara Ifa Irfansyah dengan judul "Sang Penari" (2011). Tohari memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para pembuat film Sang Penari, dan berujar ini akan jadi dokumentasi visual yang menarik versi rakyat, bukan versi kota sebagaimana dalam film-film sebelumnya.
Pada bulan Desember 2011, Ahmad Tohari mengungkapkan bahwa dirinya berencana untuk melanjutkan Triloginya menjadi Tetralogi dengan membuat satu novel lagi.


Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1980 - Kubah (novel)
  • 1986 - Di Kaki Bukit Cibalak
  • 1989 - Senyum Karyamin
  • 1993 - Bekisar Merah
  • 1995 - Lingkar Tanah Lingkar Air
  • 2000 - Nyanyian Malam
  • 2001 - Belantik
  • 2002 - Orang Orang Proyek
  • 2004 - Rusmi Ingin Pulang
  • 2006 - Ronggeng Dukuh Paruk Banyumasan

SOURCE

Quote:16. Nh. Dini

Nh. Dini
image courtesy of wikipedia.com

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936; umur 78 tahun) atau lebih dikenal dengan nama NH Dini adalah sastrawan, novelis, dan feminis

Quote: Karya
Spoiler for Open:
  • 1972 - Pada Sebuah Kapal
  • 1975 - La Barka
  • 1977 - namaku Hiroko
  • 1983 - Orang-orang Tran
  • 1986 - Pertemuan Dua Hati
  • 1998 - Hati yang Damai
  • 2003 - Dari Parangakik ke Kamboja

SOURCE

Quote:17. Hilman Hariwijaya

Hilman Hariwijaya
image courtesy of wikipedia.com

Hilman Hariwijaya yang lahir di (lahir di Jakarta,Indonesia, 25 Agustus 1964; umur 50 tahun) ini adalah seorang penulis Indonesia. Namanya dikenal sejak menulis cerita pendek yang diberi judul Lupus di majalah Hai dibulan Desember 1986, yang kemudian dibukukan menjadi sebuah novel. Kini setelah ia tidak produktif lagi menulis novel, laki-laki yang mengagumi sosok penulis Arswendo Atmowiloto dan Astrid Lindgren ini merambah dunia pertelevisian dengan menulis skenario dari sinetron Cinta Fitri (Season 2 - Season 3), Melati untuk Marvel, dan lain-lain. Ia juga memroduseri film The Wall.

Quote: Karya
Spoiler for Open:
    Lulu
  • 1992 - Sohib Gaib
  • 1993 - SMA Elite
  • 1998 - Mimpi Full Colour
  • 1998 - Reformasi Damai
    Vanya
  • 1994 - Kenduri Karet
  • 1995 - Buaya-buaya Geologi
  • 1998 - Kleptomania
  • 1999 - Surat Izin Mati
  • 2000 - Eh, Ada Cowok Baru
  • 2002 - Cowok Termiskin di Dunia
    Vladd
  • 1998 - Remote Control Boy
  • 1999 - Game Over
  • 2000 - Space Boy
  • 2000 - Millenium Boy
    Buku Lain
  • 1990 - Dancing on the Valentine
  • 1990 - Cafe Blue
  • 1991 - Rasta dan Bella
  • 1991 - 10 Tokoh Showbiz Musik Indonesia
  • 1993 - Gilas & Sam: Pedepokan Rese
  • 1993 - Peluk Aku, Jitak Aku
  • 2000 - Cerita Cinta
  • 2001 - Simfoni Biru
  • 2001 - Mambo
  • 2001 - Sexy Sixx
  • Anak Borju, Nggak Boleh Belagu

SOURCE

Quote:Sebenarnya masih banyak penulis yang tak kalah hebat dan populer dari mereka, ane taruh pejwan kalo agan mau menambahkan. Sungguh miris, di jaman sekarang, banyak generasi muda yang enggan mengikuti jejak mereka menjadi penulis. Mungkin mereka lebih nyaman dengan gadget dan permaianan game online daripada mengoreskan tinta emas di sebuah buku.
Quote:Quote:Sumber
Banner
17 Penulis Terkenal Indonesia dengan Karya-karya Populernya
Source: http://www.kaskus.co.id/thread/5451d098bfcb17af218b4573/infografis-penulis-penulis-indonesia-yang-paling-populer Category:
Top List
Pasang Iklan
close